Aspirasi Mahasiswa

iIslam kiri : Gerakan Islam Revolusioner

Oleh : Syahril Mubarok

Istilah “kiri” seharusnya menjadi hal biasa dalam tema perbincangan, “kiri” adalah kebiasaan sekaligus kesepakatan untuk membedakan dengan yang “kanan”. Dalam perspektif sejarah pemikiran “kiri” acap kali selalu di identikkan dengan hal yang berbau sosialisme, marxisme, bahkan komunisme. Padahal kiri tidak mesti harus hal yg berbau ideologi tadi, karena yang dimaksud kiri disini adalah sebuah alternative pemikiran yg berarti kritis, melawan, dan mengupayakan cara perubahan dengan jalan terjal sebuah aksi massa.

Mengapa “kiri”disini  dijadikan sebuah alternative pemikiran?, karena sisi “kanan” cenderung bersikap moderat dan kooperatif dalam hal perjuangan. terkadang mereka juga penuh dengan intrik, politik kamuflase, dan bersifat bermuka dua atau munafik dalam menjalankan aksi perjuangan mereka. Sedangkan kiri bersifat sebaliknya yaitu: suatu gerakan pembebasan yang berasal dari aksi nyata untuk merubah sesuatu dengan jalan kritis, melawan, membongkar lalu menggerakan aksi massa dengan satu tuntutan yaitu sebuah perubahan.

Islam “kiri” adalah sebuah alternative baru dalam kerangka pemikiran di era modern ini. Dari islam “kiri” ini lah akan terbentuk sebuah epistemologi baru yang unik dan sangat relevan dengan keadaan saat ini yaitu: oksidentalisme.

Apa itu oksidentalisme? Oksidentalisme adalah sebuah paradigma baru mengenai suatu cita cita yang dinginkan oleh para masyarakat timur untuk meng-egaliterkan posisi dirinya(timur) dengan masyarakat barat. Mengapa? Karena masyarakat timur semakin tertinggal dan semakin  terpuruk dalam hal kerangka berfikir karena selalu dibayang bayangi oleh sifat ke-suferionitas bangsa barat yg lebih maju baik yang bersifat kebudayaan maupun peradaban.

Dari beberapa abad yang lalu timur(Indonesia) selalu menjadi lading yang empuk bagi kerakusan atau ketamakan para kapitalis,imperialis eropa yang hendak mencari sumber daya alam yang berlimpah ruah untuk dieksploitasi lalu diambil keuntungan sebanyak-banyaknya dan  memperjakan masyarakat pribumi dengan gaji yg tidak sesuai yang mengakibatkan kelaparan, kesusahan, kemiskinan bahkan kebodohan.

Bahkan sering muncul sikap diskrimantif dari para kapitalis dan imperalis di Indonesia yang membuat seluruh masyarakat timur menjadi tidak mampu berkembang dikarenakan terjadi pembatasan gerak gerik para aktivis Indonesia bahkan terjadi pembuangan, penjara, lalu pembunuhan yg tidak berperikemanusiaan.

Maka dari itu, suatu pemikiran islam “kiri” sangat diperlukan untuk terciptanya masyarakat timur yang oksidentalis lalu akan bermuara ke sebuah sikap ke-egaliteran kesepahaman pemikiran. Islam yang kritis dapat membuat suatu perubahan tidak hanya yg bersifat materi, akan tetapi supremasi ilmu  pengetahuan juga akan tercipta.

Oksidentalisme ini sendiri lahir dari sebuah pemikiran bahwa betapa hancurnya pemikiran orang-orang timur yang selalu menjadi “kelinci percobaan” bagi segala mega proyek yang selalu hanya menguntungkan para kapitalis dan imperialisme barat.

Segala bentuk pengeksploitasian yang dilakukan oleh barat baik dalam bidang ekonomi, politik, maupun kebudayaan seharusnya menjadi bahan renungan kita bersama, menjadi bahan pengikat yg kuat bagi kita untu menyatukan visi kita bahwa kita juga harus bekerjasama untuk meruntuhkan dominasi barat.

Dan dari uraian tersebut diatas seharusnya kita mendukung secara penuh idea mengenai gagasan islam kiri ini, mengapa? Karena di era modern ini kita masyarakat timur(Indonesia) seharusnya mampu merubah cara pandang kita bahwa kita sebagai masyarakat timur juga bisa merubah arah jalannya dunia, lalu kita juga bisa mengubah jalan pemikiran para orang-orang didunia melalui pendeklarasian bahwa kita masyarakat timur yg selama ini menjadi objek kajian barat harus berani merubah bahwa kita juga bisa menjadi subjek yg berani meletakkan barat menjadi objek bahan analisis dan kajian kita.

Maka dengan menjadikan islam kiri sebagai bahan refrensi pemikiran kita akan menciptakan sebuah oksidentalisme yg mengakibatkan kita masyarakat timur(Indonesia) menjadi suferior dan egaliter dengan masyarakat barat.