Aspirasi Mahasiswa
Indokampus.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA) melakukan unjuk rasa di depan Pendopo Bupati Kab. Lebak, Kamis (29/12).
Dalam aksinya mahasiswa menilai kinerja Bupati Lebak, Iti Octavia Jaya Baya selama kurun waktu 3 tahun tersebut Gagal.
“Sudah tiga tahun Lebak dipimpin oleh Bupati Ibu Octavia Jaya Baya, dan selama itu pula rakyat Lebak tidak merasakan kesejahteraan khususnya dibagian pedesaan. Maka karna ini kami menilai bahwa Bupati gagal dalam menjalankan tugasnya” Ungkap Asep Saepudin disela-sela orasinya.
Koordinator Lapangan, Asep Saepudin juga menyebut kinerja DPRD gagal karna tidak pernah ada bukti yang jelas terkait dengan rutinitas kerja DPRD seperti KUNKER dan RESES. Dia menilai bahwa kegiatan tersebut hanya menghambur-hamburkan anggaran daerah.
“Tidak lupa kepada DPRD Kab. Lebak yang sudah jelas tugas dan fungsinya, milliaran anggaran yang digunakan untuk reses dan kunker keluar daerah dan keluar kota tapi samasekali tidak memberikan hasil yang kongkrit untuk kesejahteraan rakyat Lebak, malahan kegiatan tersebut hanya menghambur-hamburkan anggaran daerah” Asep menambahkan.
Senada dengan Asep, salah satu massa aksi, Aditya Khaerudin juga mengatakan bahwa Visi dan Misi Bupati Lebak bertolak belakang dengan fakta dilapangan.
“Selain lemahnya kinerja DPRD, kita juga menilai gagalnya bupati dalam memimpin Kabupaten Lebak, krana visi misi yang beliau ciptakan tersebut sangat bertolak belakang dengan fakta dilapangan. Lebak hanya terlihat indah dan megah hanya disekitar perkotaan saja, sementara di pedesaan tidak, bahkan cenderung kumuh. Kami juga menyayangkan 3 program bupati yaitu Lebak Sehat, Lebak Cerdas dan Lebak Sejahtera, itu tidak tepat sasaran dan tidak merata” Ungkapnya saat diwawancara.
Dan dalam aksi tersebut mahasiswa menuntut pemerintah daerah agar segera menyelesaikan persoalan yang ada di Kab. Lebak.
“Kita menutut pemerintah agar segera menyelesaikan persoalan yang ada disini, desa jangan dianak tirikan, hapuskan tiga kartu unggulan bupati Lebak, kinerja Pemda harus sesuai dengan visi misi, Musrembang jangan dijadikan sebagai ceremoni belaka, dan segera bereskan persoalan kasus pembebasan lahan” Aditya menambahkan.
Dalam pantauan kami, aksi tersebut dimulai pada pukul 10.00 dan dikawal oleh puluhan aparat kepolisian dan satpol PP, mahasiswa bergerak dari Jl. Hardiwinangun menuju kantor DPRD Kb. Lebak. dan berakhir didepan pendopo Bupati Kab. Lebak. Setelah puas menyampaikan orasinya, mahasiswa membubarkan diri