Aspirasi Mahasiswa

Kadang kadang aroma bau anyir tercium oleh kami, ungkap 2 (dua) keluarga wanita janda warga RT 02 RW 02 Leuwiranji, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kec. Rangkasbitung yang tinggal di sebuah gubuk dengan kondisi sudah bobrok dan hampir hancur.

Kondisi yang memperparah adalah kedua keluarga tersebut tinggal diatas genagan air yang bercampur dengan limbah rumah sakit HUSADA yang mengalir ke lahan tersebut.

“Kami pernah di berikan sumbangan oleh pemerintah sebesar 5 juta dengan dua kali proses pencairan” ungkap ibu arsanah (60) dan ibu jasmanah (63) sebagai pemilik rumah tersebut.

Selain bantuan 5 juta yang diberikan untuk perbaikan rumah tersebut tidak ada lagi bantuan baik dari pemerintah maupun dari warga setempat tambahnya. Sudah hampir 10 tahun air yang menggenangi rumahnya tidak pernah surut, seperti terlihat pada gambar.

Bahkan ketika hujan turun air tersebut membengkak dan merendam rumahnya, Ia memohon kepada pemerintah untuk memperhatikan kondisi yang dialaminya. Mereka adalah kaka beradik yang dua duanya sudah lama menjanda, dan bekerja sebagai kuli serabutan yang gajihnya hanya cukup untuk makan keluarganya.

“Dulu sih tidak seperti ini (terjadi genangan) bahkan di depan rumah itu ada lapangan voli dan tempat bermain anak anak, tapi ketika Rumah Sakit Husada Membangun Tembok Pembatas yang menyebabkan saluran air tertutup ya jadilah seperti ini” tambahnya kepada media saat di wawancara. (22/06/2017)

“Kami berharap Pemerintah Agar segera memberikan Batuan pada janda tersebut, jagan sampai pemerintah membagun taman yag megah tapi masyarakat masih jauh dari eloknya taman, bupati puya program Lebak Sehat Lebak sejahtera mana buktikan kalo ada” ungkap Imam Nurhakim (Ketua koordinator KUMALA) yang kebetulan sedang melakukan advokasi di lokasi tersebut.

“Kepada Pihak Pemerintah agar segera meminta pada pihak RS Husada untuk membuka kembali saluran air yang menjadikan genangan” tambah Imam Nurhakim.

(Ajat/Indokampuscom)