Aspirasi Mahasiswa

Cantik itu relatif, kira-kira begitu ungkapan yang disepakati oleh hampir semua orang, ini karna cantik menurut kita bisa jadi tidak menurut orang lain. untuk beberapa hal misalnya, wanita disebut cantik apabila ia memiliki paras menarik, atau dengan dandanan dan riasan wajah yang menor misalnya, atau juga wanita termasuk dalam katagori cantik apabila berambut panjang dan lain-lain. juga karna pengertian kecantikan itu bisa diartikan berbeda, maka dibeberapa belahan dunia, wanita-wanita cantik dinilai berdasarkan anggapan masyarakat setempat, yang bisa saja menurut masyarakat didaerah lain hal tersebut bisa jadi bertentangan.

Seperti misalnya tentang kecantikan wanita suku Keren di Thailand yang memanjangkan lehernya, semakin panjang leher si wanita tersebut maka dimata pria akan dipandang semakin cantik, hal ini tidak berarti di Indonesia, untuk lak-laki indonesia menganggap bahwa hal tersebut malah tidak menambah kecantikan, sebab mayoritas pria di Indonesia sendiri memangan kecantikan dari parasnya tok. Karna itu, yuk coba kita simak beberapa trend kecantikan warga dunia.

Alis mata orang Tiongkok kuno

Wanita-wanita pada masyarkat china tempo dulu mencukur alis dan menggambarnya kembali dengan pensil alis adalah hal yang memang harus dilakukan, sebab jika tidak, tentu dia seolah merasa ketinggalan trend, nah trend menggambar alis seperti sekarang ternyata china adalah pelopornya, namun di China, bulu alis harus dicukur dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum akhirnya digambar kembali dengan berbagai bentuk.
Tren alis mata wanita cina juga berubah seiiring waktu. Pada foto diatas, Anda bisa melihat perubahan alis mulai abad ke-7 hingga abad ke-9.

Tato tersenyum wanita Ainu

Suku Ainu yang misterius hidup di kepulauan Jepang dan sebagian wilayah Rusia. Wanita Ainu memiliki tradisi unik mentato wajah sekitar bibir dengan bentuk sebuah senyuman, mirip seperti tokoh antagonis Joker.

Dengan mentato wajahnya, Suku Ainu meyakini bahwa kelak mereka  akan bisa menikah serta mendapat kedamaian di alam akhirat. Proses mentato wajah dibagi dalam beberapa tahap dan dimulai dari saat mereka berumur 7 tahun, dan hal ini tentu akan menambah kesan cantik bagi orang-orang Ainu sendiri.

Memanjangkan tengkorak kepala

Tradisi memanjangkan tengkorak sebagai bagian dari proses mempercantik diri ternyata pernah dilakukan oleh orang-orang di beberapa wilayah yang berbeda, seperti orang-orang Huns, Italia, Sarmatia, Suku Maya dan beberapa orang yang hidup dipeadalaman Afrika, bahkan di Prancis pada abad ke 20 masih ditemukan orang-orang yang memanjangkan tengkorak
Untuk merubah bentuk tengkorak, orangtua sengaja memasang balutan kain dengan ketat di kepala bayi atau menaruhnya di keranjang bayi khusus.

Gigi hitam, Jepang kuno

Ohaguro adalah teknik mewarnai gigi agar menjadi hitam di Jepang, mode ini populer sampai akhir abad ke-19. Kini Anda hanya bisa melihat model gigi hitam pada pagelaran teater.

Tapi gigi yang sengaja dihitamkan bukan cuma sebagai mempercantik tampilan. Ini ternyata berfungsi sebagai pelindung gigi dan cara untuk menyuplai zat besi bagi tubuh mereka. Cat gigi mengandung besi dan getah oak dicampur asam asetat.

Alis mata botak, Eropa abad pertengahan

Pada masa itu, rambut indah tak populer, jadi mereka sengaja mencukur rambut bagian depan dan mencabut alis dan bulu matanya.

Tradisi ini ternyata bermula ketika banyak wanita eropa mengalami penyakit rikhitis akibat kurang vitamin D, yang menyebabkan rambut mereka rontok. Salah seorang masyarakat kemudian membuat kondisi tersebut menjadi sebuah tren, dan orang-orang kemudian menirunya.

Tato wajah orang Maori

Orang suku Maori di Oceania terkenal sangat suka mentato tubuhnya. Kaum lelaki tak hanya mentato badan tapi juga bagian wajahnya dengan berbagai pola. Tak terkecuali, para wanita juga ikut mentato dagu, bagian leher dan bibirnya.

Untuk mentato mereka tak memakai jarum tato seperti biasanya, tapi memakai sebuah pahat khusus. Bayangkan betapa ‘menantangnya’ proses pembuatan tato mereka.

Kontes kecantikan untuk pria, Suku Wodaabe, Nigeria

Keadaan jungkir balik di suku Wodaabe. Para pria berusaha membuat dirinya terlihat cantik dan menarik. Selama acara Gerewol, sebuah kontes kecantikan untuk pria, kaum perempuan dapat memilih pasangannya disini.

Para lelaki mengecat sekitar mata dan bibirnya dengan cat hitam untuk memamerkan betapa putih mata dan gigi mereka. Menggunakan topi rumit dan mengecat wajah, mereka berharap dapat membuat para wanita terkesan.
Lubang hidung perempuan Apatani

Semua tren kecantikan diatas dibuat dengan sebuah tujuan; agar mereka terlihat cantik, setidaknya bagi kaumnya. Namun hal sebaliknya terjadi pada wanita Apatani yang tinggal di sebuah wilayah di India.

Dulu Suku Apatani terancam punah. Para pria dari suku lain seringkali menculik para wanita Apatani karena mereka terkenal cantik. Jadi, para wanita Apatani memutuskan untuk memasukkan sumbat khusus kedalam lubang hidungnya dan mentato wajahnya unutk menghilangkan kecantikan alami mereka. Trik ini ternyata efektif dan menyelamatkan mereka dari kepunahan.