Aspirasi Mahasiswa

Indokampus.com – Pesta demokrasi kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah masuk babak seleksi calon. Sejauh ini, agenda Pemira (Pemilihan Mahasiswa Raya) yang diselenggarakan KPU UIN Jakarta ini mulai memasuki H-10 pemungutan suara, yang digelar serentak ditiap-tiap fakultas.(10/12)

Dalam hal ini, mengundang sejumlah komentar dari mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, yang berhak memilih dalam ajang tahunan kampus ini.

Ananul Nahari Hayunah, salah satu mahasiswa Fakultas Ushuluddin berkomentar, pemira ini sebagai jalan mencari pemimpin yang berkarakter dalam memilih calon pemimpin jurusan, fakultas ataupun universitas, saat dimintai keterangan terkait pemira ini.

“Pesta demokrasi sejatinya menjadi ajang mencari pemimpin yang berkarakter, memiliki jiwa mengayomi, humanis, dan profesionalis. Pesta demokrasi ini semestinya menjadi ajang mencari pemimpin yang akademis, kritis, dan agamis”, ungkap Ananul.

Selain itu, Ananul, mendukung penuh diselenggarakannya pemira ini, sebagai bentuk demokrasi yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban setiap mahasiswa.

Pemira ini juga, diharapkan menjadi bahan pelajaran politik yang sehat dan membangun bagi mahasiswa tanpa adanya kepentingan kelompok ataupun individu.

“Diperlukan pemimpin yang dapat mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab, efektif dan profesionalis, tanpa ada sisi mengutamakan kepentingan pribadi maupun golongan organisasi”. Jelas Ananul.

Demikian pula, disampaikan oleh Mohammad Idris, mahasiswa ilmu hadits, UIN jakarta, mengharapkan mahasiswa UIN Jakarta harusnya memilih pemimpin dengan mengedepankan teori akademik dan keilmuan.

“Saya belajar dalam hadits ada sanad dan matan, dalam sanad itukan ada jarh wa takdil dalam menilai setiap periwayat hadits untuk mendapatkan kualitas hadits, cocok ini buat memilih dan memilah calon dalam pemira ini”. Paparnya. (Arif/indokampus.com)