Aspirasi Mahasiswa

Awas, Tingkat Bahaya Game Setara Narkoba !

Oleh : Syifa Zuraida – Perkembangan teknologi yang pesat memiliki dampak positif dan negative yang sangat kuat. Salah satu transformasi di bidang hiburan yang viral di kalangan netizen yaitu game atau game online.

Tidak hanya dalam lingkungan hiburan saja, game ini hadir dalam berbagai jenis seperti edukasi, action, olah konsentrasi dan lain sebagainya. Kini game sangat digandrungi oleh berbagai kalangan karena terdapat berbagai macam game.

Dampak positif dari game ini sangat signifikan, karena dengan adanya game bisa memberikan variasi dalam pembelajaran  apalagi bagi pemain atau biasa disebut gamer. Menurut beberapa peneliti, game lebih banyak dampak positif yang dirasakan seperti:

  • Membuat orang pintar
  • Menambah konsentrasi
  • Meningkatkan ketajaman mata
  • Meningkatkan kemampuan berbahasa inggris
  • Membantu bersosialisai (menumbuhkan interaksi sosial yang menentang stereotif gamer yang terisolasi)
  • Meningkatkan kinerja otak dan membantu otak menyerap cerita
  • Meningkatkan kecpatan dalam mengetik
  • Menghilangkan stress
  • Memulihkan kondisi tubuh, dan masih banyak lagi.

Dari banyaknya dampak positif yang bisa dirasakan, tanpa disadari dampak negativenya juga ternyata bisa mengalahkan keunggulan-keungggulan dari game itu sendiri. Dampak negative yang  bisa langsung terlihat pada seorang gamer yaitu kecanduan. Sifat menarik dari game yang menghipnotis gamer untuk terus menerus memainkannya, lupa waktupun melanda para gamer akibatnya mereka tidak bisa mengatur waktu dan memiliki pola makan yang tidak teratur.

Dampak negative yang terlihat tidak berbahaya  itu ternyata bisa menjadi dampak negative yang fatal layaknya bahaya narkoba. Mengapa, apakah game bisa lebih bahaya dari narkoba atau bahkan lebih bahaya lagi? Layaknya narkoba, game bisa menggerogoti penikmatnya melalui otak jika dilakukan secara berlebihan.

Penelitian yang dilakukan oleh Akio Mori, seorang professor dari Tokyo’s Nihon University bahwa dampak negatif dari game yaitu penurunan aktifitas gelombang otak depan yang memiliki peranan sangat penting, dengan pengendalian emosi dan agresivitas sehingga mereka cepat mengalami perubahan mood, seperti mudah marah. Kedua, penurunan aktifitas gelombang beta merupakan efek jangka panjang yang tetap berlangsung meskipus gamer tidak sedang memainkan game. Dengan kata lain para gamer mengalami “autonomic nerves” yaitu tubuh yang mengalami penelabuan kondisi dimana sekresi adrenalin meningkat, sehingga denyut jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen terpacu untuk meningkat. Bila tubuh dalam keadaan seperti ini maka yang terjadi pada gamer adalah otak mereka merespon bahaya sesungguhnya.

Selain itu, game bisa membunuh penikmatnya. Karena bermula dari kecanduan yang tinggi seseorang bisa melupakan hal-hal pokok yang menunjang kebutuhan manusia seperti makan, tidur, dan kebutuhan pokok lainnya. Sifat hipnotis dari game bisa membunuh juga, karena semakin tinggi tinggkat kemenarikan suatu game maka semakin tinggi pula tingkat keingin tahuan seseorang. Seperti Daniel Petric (17) pada tahun 2007 yang nekat menembaki kedua orang tuanya karena dilarang bermain halo 3.

Dampak bahaya lain dari game bisa mengakibatkan kepribadian ganda karena memainkan karakter yang berbeda-beda menurut hasil penelitian fakultas kedokteran Universitas Hanover, Jerman.  Game juga bisa memberikan ide baru untuk suatu perencanaan yang baik atau pun buruk.

Dari banyaknya dampak negative dari game, hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi bahaya game tersebut diantaranya:

  • Menyibukkan diri dengan berbagai hal yang lebih positif dari game seperti membaca
  • Lebih banyak melakuka aktivitas, pergaluan di dunia nyata
  • Mengedepankan kewajiban dari yang hal-hal yang sepele
  • Bisa mengendalikan diri dan waktu untuk bermain game
  • Dan masih banyak lagi langkah positif yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasinya.
You might also like
Comments
Loading...