Aspirasi Mahasiswa

Perayaan Maulid Nabi, Awal Mula Pekan Kreatif Dimulai

Exif_JPEG_420

12 Robiul awwal atau bertepatan dengan 12 desember 2016 adalah tanggal dimana 14 abad lalu Nabi besar Muhammad Saw dilahirkan di makkah. Sekian waktu yang lama itu, nampaknya sosok beliau sebagai orang nomor satu didunia tidak pernah usang ditelan zaman karena akhlaq nya yang begitu mulia dan cikal kepemimpinannya yang berwibawa serta arif nan bijaksana. Bahkan banyak ulama percaya uswahnya setara dengan kitab suci yang diembannya (Al-Qur’an).

Pada perayaan kelahirannya ini, umat islam khususnya biasa menyebut sebagai maulid Nabi yang setiap tahunnya dirayakan dengan berbagai cara.

Indonesia sebagaimana mestinya negara yang beragam, terlebih budayanya, acap kali membuatnya dikagumi bangsa lain dan membuatnya banyak dikunjungi oleh pihak asing. Seperti dalam perayaan kelahiran Nabi Besar Muhammad Saw ini yang memang menjadi kegiatan rutin serta membudaya disetiap tahunnya, begitu ramai dan selalu disambut antusias oleh warga muslim indonesia khususnya di prov. Banten. Ini menjadi bukti nyata keragaman indonesia yang khas.

Banten merupakan provinsi yang dari dulu memang selalu kental dengan budaya dan keagamaannya. Perayaan maulid Nabi ini awal mula dijadikannya pekan kreativ dan ajang Perlombaan sebagai bentuk antusias untuk mengenang bahwa beliau dahulu dikenang sebagai manusia penyelamat umat yang kala itu berada diambang kegelapaannya sebagai jahiliah. Pekan kreatif dan berbagai lomba yang saya maksud adalah warga muslim diberbagai daerah berlomba membuat “panjang” dengan berbagai kreasi yang seunik-uniknya.

Berbentuk pesawat, hewan, rumah adat, menara banten, masjid dan lain sebagainya yang memang jika dilihat begitu menarik perhatian. Dan setelah itu, khususnya pedesaan dibagian dekat Banten lama, mengiringnya ke alu-alun banten yang memang ditempat itu telah disediakannya panggung sederhana. Berdoa sekaligus mengenang nya melalu riungan atau yalilan bersama, dan setelahnya dibagikan kepada seluruh masyarakat yang ada.

Dan dipihak lain, ada disebagian tempat yang memang melombakan panjang ini. Walaupun dalam penghargaannya tidak seberapa untuk desa yang menarik membuat panjang nya, namun hal ini tetap selalu disambut meriah oleh warga. Dan dalam acara seperti ini, memang teritung cukup ramai disetiap tahunnya dan begitu makmur untuk kita lihat. Bagaimana kala ini kita saksikan nasi yang berhamburan, lauk pauk yang begitu banyak serta kue-kue yang khas pun banyak berserakan.

Itulah memang adat dan kebudayaan indonesia yang disatu padukan dengan agama. Adat seperti ini akan sulit jika kita lihat di negara-negara lain, bahkan di tempat kelahirannya pun hal serupa belum tentu ada.

Comments
Loading...