Aspirasi Mahasiswa

Wiji Thukul : Lawan!

Wiji Widodo alias Wiji Thukul adalah Sastrawan dan Aktivis Hak Asasi Manusia berkebangsaan Indonesia. Tukul merupakan salah satu tokoh yang ikut melawan penindasan rezim Orde Baru. Sejak 1998 sampai sekarang dia tidak diketahui rimbanya, dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer.

Ada puisi yang paling terkenal khususnya dikalangan aktivis yang sering aksi dijalanan yang berjudul “Peringatan” ada kalimat dan kata disana dengan gentar yang berisi Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata “Lawan”.

PERINGATAN
Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa
.
Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar
.
Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam
.
Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!
.
(Wiji Thukul, 1986)
Puisi ini seakan membangkitkan para aktvis jalanan sehingga semangat juang semakin tertuang dalam semangat keberanian melalui suara kebenaran.
You might also like
Comments
Loading...