Aspirasi Mahasiswa

10 Rumah Ambruk Dan 35 Rumah lainnya Menunggu Giliran Di Pandeglang, Pemerintah Dianggap Tidak Peduli

Indokampus.com – Kepala Desa Bojong Manik Kecamatan Sindang Resmi mendatangi Posko Komando Penanganan Darurat Bencana Kabupaten pandeglang, Kedatangan Kades ini untuk melaporkan kondisi wilayahnya yang saat ini rawan abrasi dan mengancam 45 rumah yang berada di bantaran sungai ciliman, namun tak ada hasil yang jelas.

“Kedatangan kami ke BPBD untuk melaporkan kondisi di Kampung Cikupaen Desa Bojong manik yang sangat rawan abrasi dan mengancam 45 rumah yang tepat diatas Sungai Ciliman,” ujar Sukri.

Sukri menambahkan, bahwa pada tanggal 15 Februari 2017 lalu, sepuluh rumah mengalami longsor, beruntungnya tidak menimbulkan korban jiwa,

“Kami minta pemerintah segera meninjau lokasi karena saat ini sangat kritis, karna jika intensitas hujan meningkat maka longsor susulan akan terjadi, ini mengancam nyawa warga ,” ujarnya.

Lebih jauh Kades menyampaikan bahwa  longsor yang terjadi pada waktu lalu, salah satu penyebabnya adalah proyek pengedaman atau proyek penanganan Kritis Sungai ciliman yang digarap oleh PT. DLULFAQOR dengan anggaran  Rp. 4.027.489.000 menggunakan APBD Provinsi Banten Pada 2016 lalu di tinggal begitu saja oleh pihak pengelola dan akibatnya 10 Rumah mengalami longsor

“Salah satu penyebabnya adalah Proyek pengedaman yang  dikerjakan asal-asalan dan ditinggal begitu saja oleh pelaksananya,”tegas Sukri.

Warga berharap kepada pemerintah untuk segera meninjau lokasi, pasalnya kondisinya sangat kritis karena 45 rumah yang berada di bantaran sungai saat ini sudah terancam longsor.

You might also like
Comments
Loading...