Aspirasi Mahasiswa

AMMI ( Aliansi Mahasiswa Muslim Indonesia ) Adakan Seminar “Bahaya Laten Komunisme Di Banten”

Indokampus.com – Aliansi Mahasiswa Muslim Indonesia (AMMI)  Banten menggelar seminar bertema “Bahaya Laten Komunisme di Banten” bertempat di aula masjid raya Al Bantani di  KP3B Serang, Sabtu (11/2/2017)

Seminar yang dihelat sejak pukul 13.00-16.00 WIB itu diikuti  sekitar 150 peserta, yang terdiri ari tokoh masyarakat pemuda dan mahasiswa dari barbagai perguruan tinggi di Banten.

Ketua pelaksan acara Santoni Amindo menerangkan tujuan dan landasan diadakannya acara ini adalah “  kita melihat sejarah kelam dari orang orang merah itu sendiri yang kita tahu sebagaimana peristiwa yang dulu diawali generasi angkatan 1917 kemudian ditahun 48 yang sudah ketahuan belangnya, dilanjut di tahun ke sini-sini kenapa faham komunis bahaya bagi masyarakat banten, tetap secara praktek banten adalah mayoritas muslim atau bisa disebut bekas kesultanan, yang mesti suatu saat kepada manhajnya kesultanan itu sendiri.

“Nara sumber yaitu dari MUI kota serang dan Bela negara kota serang, kenapa kami mengambil dari MUI objeknya jelas ini merupakan negasi dari ajaran islam itu sendiri artinya sudah tidak ada lagi garis fertikal antara idiologi merah dan ajaran islam itu sendiri walau pun sebagaian orang ada yang beragumen sebenar benarnya orang islam adalah orang komunis dan sebenar benarnya orang komunis adalah orang islam itu sendiri, memang boleh berbicara seperti itu tapi secara praktek itu jauh. Lalu kenapa kami mengambil nara sumber ketua bela negara kota serang karena mungkin tanggung jawab penuh ada di tangan beliau.

“Harapan dari acara ini adalah mahasiswa faham bahayanya gerakan komunisme,” tegasnya.

Disamping itu Amas Tadjudin pemerhati sosial keagamaan yang juga Sekretaris Umum MUI Kota Serang menuturkan “ saya sangat mengapresiasiasi dengan kegiatan mahasiswa yang mengadakan seminar tentang bahaya laten komunisme hususnya di propinsi banten,  sebenarnya sekarang bukanlah bahaya laten lagi melainkan adalah bahaya yang sudah nampak didepan mata secara kasat mata, PKI secara organisatoris PKI sejak tap MPRS itu, sudah dibubarkan dan tidak ada lagi, tapi komunisme secara ideologi yang bisa saja menyusup diberbagai kelompok kepentingan berlindung di balik HAM, dibalik demokrasi, dibalik ormas, komunis berlindung dibalik parpol, birokrasi dan lain lain, itu sangat mungkin terjadi saat ini, kemunculan-kemunculan itu secara ideologis kita harus mengetahui ciri-ciri misalnya fitnah adu domba melakukan kegiatan permusuhan, kiyai di fitnah, ulama tak lagi dihormati dan lain-lain, itu kan kegiatan-kegiatan yang komunisme karena prinsip dasar komunisme itu tidak ada kejahatan, tidak ada kebaikan, tidak ada halal tidak ada harom, semuanya itu adalah untuk mencapai kepentingan dan tujuan eksis dari komunisme itu tidak ada froblem “. teganya saat diwawancarai..

“Untuk di banten saya kira kita lihat ciri-cirinya saja yang muncul misalnya kemunculan gerakan-gerakan dibarengi dengan beberapa waktu dulu munculnya atribut, atribut ini mirip dengan lambang PKI masa lalu, ini ko tidak jadi froblem dimasyarakat, kedua dibanten masa lalu pernah menjadi basis dan banten cukup dinamis soal itu dan banten juga  dijadikan protektif atau pilate projek bagi perkembangbiakan tumbuh kembangnya pemikiran pemikiran komunisme,

“Harapan saya mari kita bersama-sama wujudkan cita – cita idealisme NKRI harga mati, pancasila sebagai dasar ideologi kita, kebinekaan dan UUD 1945 adalah milik kita bukan milik orang lain, dan kedepan mari kita pertahankan dan perjuangkan itu semua agar itu berlaku universal” tegasnya.

 

You might also like
Comments
Loading...