Kolom

Mahasiswa KKN UIN Banten Ciptakan Pestisida Organik

Serang, Indokampus.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) reguler kelompok 59 Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten menyelenggarakan penyuluhan pertanian di Mushola Kamaruton, Kecamatan Lebak Wangi. Rabu (29/8/2018)

Kegiatan tersebut dihadiri  oleh Nur Agis Aulia, selaku ketua Banten Bangun Desa (BBD). Selain itu mahasiswa UIN SMH Banten juga mengenalkan pestisida organik kepada masyarakat Desa Kamaruton Kecamatan Lebak Wangi yang dibuat oleh seluruh mahasiswa KKN kelompok 59 UIN SMH Banten.

Salah satu mahasiswa UIN SMH Banten kelompok 59 dari jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) yang ikut berperan dalam pembuatan pestisida organik

Tita Ghea Tansia mengungkapkan “Pestisida yang kami buat itu menggunakan bahan-bahan alami, yang terdiri dari bawang putih, serei, daun pepaya, daun sirsak, dan daun badotan. Setelah itu ditumbuk halus, kemudian dicampurkan dengan air dan difermentasikan selama 2 malam, lalu air dari hasil fermentasi tersebut dapat dicampur dengan air biasa dan dijadikan sebagai pestisida organik lalu disemprotkan ke setiap padi. Bukan hanya airnya saja yang dapat dimanfaatkan. Namun, ampas dari hasil fermantasi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengusir hama seperti tikus”. Rabu (29/8)

Mahasiswa KKN UIN SMH Banten kelompok 59 melihat permasalahan pertanian di Desa Kamaruton sangatlah kompleks, dapat dilihat bahwa sektor pertanian padi merupakan komoditas utama yang selalu diandalkan oleh seluruh masyarakat Indonesia terutama untuk masyarakat Desa Kamaruton.

“Saya menyayangkan masyarakat tidak dapat memanfaatkan ladangnya untuk ditanami dengan tanaman lain, sehingga ketika sektor padi mengalami gagal panen masyarakat Desa Kamaruton kesulitan untuk mencukupi kebutuhannya”. Ujar Jejen selaku Ketua KKN kelompok 59.

“Sudah 2 musim masyarakat mengalami gagal panen, hal ini berimbas pada ekonomi mereka yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Gagal panen tersebut terjadi disebabkan oleh hama, masyarakat kesulitan untuk membeli pestisida anorganik karena harga yang terlalu mahal sedangkan hasil tidak sesuai dengan yang diharapkan. Maka kami berinisiatif untuk mencari jalan keluar dengan membuat pestisida organik. Kegunaan pestisida organik yang kami buat, dapat digunakan untuk mengusir hama yang ada di padi. Dalam uji coba  kami yang pertama berhasil, karena ternyata hama tidak suka terhadap aroma pestisida yang kami buat” tutup Jejen.

Di akhir acara tersebut mahasiswa bagikan pestisida kepada peserta sosialisasi. (Jen/Red/)

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close