Aspirasi Mahasiswa

Gebuk Rezim Jokowi-Jk (Komprador Asing)

OLEH : WAKIL PRESIDEN MAHASISWA UNTIRTA 2016-2017 : RIZKY ARIFIANTO – BEM KBM UNTIRTA

Kamis 1 juni 2017 tepat perayaan 72 tahun kelahiran istilah PANCASILA (1 juni 1945-1 juni 2017). Pancasila adalah nilai-nilai kultural, budaya dan religi bangsa Indonesia, Ideologi Negara yang yang lahir dari Rahim massa rakyat Indonesia sendiri. Nilai-nilai kemanusiaan, ketuhanan, nasionalisme persatuan, dan kerakyatan, menjadikan pancasila sebagai suatu ide dan gagasan yang sempurna untuk di manifestasikan didalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karakteristik massa rakyat Indonesia telihat jelas di dalam Pancasila, bahwa karakter bangsa Indonesia yaitu itu bangsa yang rakyat nya anti penindasan manusia antar manusia dan bangsa antar bangsa. Imprealisme, kapitalisme dan feodalisme menjadi musuh yang paling utama bagi ideologi Pancasila, karena memang tujuan dari pada bangsa Indonesia menciptakan massa rakyat yang adil dan makmur.

Namun hari ini Rezim Jokowi-Jk jelas-jelas samasekali tidak mencerminkan sebagai pemerintahan yang Pancasilais, pernyataan-pernyataan rezim Jokowi-Jk selalu berkontradiksi dengan kenyataan di massa rakyat. Seperti apa yang di sampaikan Jokowi kemarin saat Berpidato pada upacara kenegaraan hari lahir nya pancasila (1 juni 2017), sangat jauh dari pada implementasi sesungguh nya, Indonesia hari ini masih menjadi Negara setengah jajahan, imprealisme dengan sistem neoliberal nya berhasil menguasai Indonesia secara ekonomi politik, terutama imprealisme Amerika Serikat (AS) yang sudah lebih dari 50 Tahun menghisap kekayaan alam Indonesia, Dengan topeng kerjasama investasi modal yang di realisasikan melalui 14 paket kebijakan ekonomi, dari mulai paket kebijakan jilid 1 yang meliberalisasikan industri nasional sampai pada paket kebijakan jilid 14. Dengan begitu imprealis AS akan meraup keuntungan besar dengan kekuatan Modal nya. Kemudian melalui aparatur ideologis imprelisme AS mendisain semua alat –alat Negara untuk dapat bagaimana melanggengkan penghisapan nya di Indonesia.

Menghilang nya tanggungjawab Negara terhadap rakyat nya adalah konsekuensi dari pada sistem neoliberal yang di terapkan secara masif di Indonesia, mahal nya biaya pendidikan, kesehatan, kemudian naik nya harga kebutuhan pokok, Tarif Dasar Listrik, konflik agrarian yang semakin bertambah jumlak khasus nya di setiap tahun nya, penerapan politik upah murah melalui peraturan -peraturan hukum membuat buruh semakin terhisap oleh kapitalisme, serta permasalahan -permasalahan lain nya yang hari ini memang di rasakan oleh rakyat Indonesia. adalah bukti yang tidak terbantahkan bahwa memang  Rezim Jokowi-Jk adalah Komprador imprealisme.

Semakin agresif dan tentu saja represif nya aparatur Negara terhadap gerakan rakyat, serta semakin masif nya pengambil alihan tanah rakyat oleh Negara, menunjukan wajah asli Rezim Fasisme. Dengan dalih pembangunan, rezim “mengGebuk” semua gerakan rakyat yang dinanggap sebagai penghabat pembangunan dan penghalang masuk nya insvestasi modal asing ke indonesia. Dengan melihat situasi nasional hari ini, dimana pemerintah tidak sedikitpun memanifestasikan nilai-nilai pancasila kedalam program-program ataupun kebijakan ekonomi politik Negara hari ini. Tidak heran bahwa kebijakan ekonomi politik rezim lebih berpihak kepada Imprealisme kapitalisme ketimbang rakyat.

Maka dari pada itu kami BEM UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA menyatakan sikap tegas, bahwa dalam momentum hari Lahir nya pancasila 1 juni 2017 ini rezim Jokowi-Jk adalah komprador asing, yang berpihak kepada modal imprealis, sehingga membuat rakyat semakin menderita tertindas dibuat nya. dan rezim telah membuat kebijakan-kebijakan palsu seperti, reforman agrarian palsu, nawacita palsu dan tri sakti palsu, dan tentu saja Pancasila Jokowi-Jk juga hanyalah kata-kata di depan kamera.

Kemudian BEM UNTIRTA juga menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia didalam momentum ini Pancasila harus kita kembalikan fungsi nya sebagai senjata untuk melawan kekuatan modal imprealisme, feodalisme, rezim jokowi-jk yang fasis, dan  tentu saja untuk menggalang atau menyatukan kekuatan-kekuatan  revolusioner kedalam satu wadah “persatuan nasional” guna dapat melakuan tahap pembebasan nasional, lalu kemudian mewujudkan massa rakyat Indonesia yang adil dan makmur.

Kelima sila dalam pancasila merupakan peluru-peluru untuk menembak imprealisme kapitalisme, agar terciptanya tujuan bangsa indonesia menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Kita harus bergotong royong untuk mengciptakan tujuan bangsa dan menghilangkan imprealis kapitalis dan sistem neolib nya pancasila memiliki sari-sari semangat anti penjajahan semangat anti penghisapan manusia atas manusia maupun bangsa atas bangsa.

You might also like
Comments
Loading...