Kolom

Kembalikan Sumber Kehidupan Kami

Oleh : Ajay – Air adalah sumber kehidupan bagi manusia, air adalah unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan, air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini.

Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain, penggunaan air yang utama dan sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air minum. Hal ini terutama untuk mencukupi kebutuhan air di dalam tubuh manusia itu sendiri.

Ketika Sungai tercemar oleh suatu kotoran baik kimia ataupun organik atau yang sering disebut (limbah). Maka, secara otomatis air yang ada di Sungai itu tidak dapat digunakan lagi oleh manusia atau makhluk hidup yang disekitarnya. Sebagi contoh ini, terletak di Sungai Ciujung yang dimana biasa masyarakat memanfaatkan air Sungai Ciujung untuk kehidupan sehari hari. Baik dipergunakan untuk meminum, memasak, mencuci pakaian, perairan pertanian  dan bahkan ada juga untuk memanfaatkan sumber makhluk hidup yang ada didalamnya seperti menangkap ikan.   Tetapi naas setiap rutinitas pertahun ketika musim kemarau panjang limbah dari perusahaan yang tidak bertanggung jawab itu mencemari Sungai Ciujung yang dicemari oleh limbahnya. Dan saat ini masyarakat hanya bisa menunggu atas tindakan instansi terkait yang memang setiap adanya limbah tersebut belum ada bukti real yang memang bertindak secara tegas agar bagai mana perusahaan terkait bias tertib dalam membuang limbahnya.

Masyarakat sering kali menghimbau kepada instansi terkait yang menangani supaya bagaimana sungai tersebut terdapat sebuah solusi agar bagaimana sumber kehidpan mereka bisa teratasi sebagaimana mestinya. Karna memang dampak dari pada limbah tersebut bukan mencakup satu desa ataupun satu Kecamatan. Melainkan Beberapa Kecamatan seperti : Kragilan, Carenang, Lebak Wangi, Tanara, Pontang, dsb.

Dampak dari limbah tersebut melainkan perairan yang sumber konsumsi Masyarakat yang kekeringan air perairan, pesawahan yang bisa rusak akibat limbah tersebut, dan polusi udara yang menyengat disetiap hari, serta perikanan yang punah ketika air laut terkontaminasi oleh limabah tersebut. Maka  Masyarakat berharap kepada Instansi terkait khususnya pemerintah  Kabupaten Serang agar menindak lanjuti adanya masalah perairan sungai Ciujung salah satunya agar solusi dari padanya bisa teratasi.

Masyarakat menyayangkan pada Pemerintah Kabupaten Serang yang bukan hanya sekedar selogan yang bernamakan “IMAN DAN TAQWA” sebab sejatinya kebersihan itu adalah bagian dari Iman. Maka seharusnya ketika Sungai Ciujung bersih, itupun adalah bagian dari Iman.

(Penulis adalah aktivis Front Aksi Mahasiswa UIN SMH Banten)

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close