Aspirasi Mahasiswa

Kental Mistik, Awal Mula Gejolak Pembantaian Biadab Tak Terduga

Jawa adalah salah satu pulau dengan luas yang membentang di nusantara yang kala dulu memang selalu kental dengan mistik serta ritual-ritual rutin yang dilakukan disetiap waktunya. Entah itu lewat semedi panjang, bertapa, dukun, mengunjungi tempat-tempat yang memang dianggap bisa memberikan kekuatan gaib hingga berbagai macam ritual-ritual lain yang bersifat transenden. Ini telah dipercaya sejak dahulu bahwa memang pulau jawa tidak terlepas dari mistik itu. Dari munculnya mitos nyi roro kidul dilaut selatan hingga tempat-tempat yang dianggap keramatpun ada di wilayah ini.
Seiring berjalannya waktu, nampaknya mistik ini selalu kental dengan perjalanan orang-orang besar yang memang berasal dari jawa. Seperti Cokroaminoto, ir. Soekarno (yang dari pihak ayah memang masih ada kaitan secara silsilah dengan kerajaan mataram), Soeharto dan tokoh-tokoh lain yang memang mempunyai pengaruh besar di sekitarnya.
Hingga hari ini, orang-orang sepuh yang memang paham akan hal ini selalu percaya bahwa pemimpin revolusi kita mempunyai kesaktian dan sejumblah benda-benda keramat yang sering ia kenakan. Seperti tongkat komando, cincin merah delima, keris dan lain sebagainya yang memang dalam perjalanan hidupnya itu semua dipercaya memberikan kontribusi penuh untuk soekarno. Walaupun dalam berbagai waktu dia tidak pernah mengakui bahwa dirinya memiliki kesaktian yang tak terduga. Sampai dengan jabatannya yang terhitung lama, itu semua adalah perjalanan beliau yang selalu diiringi dengan kemistikan itu.

Juga soekarto, sebagai bapak pembangunan sekaligus orang nomor dua di indonesia, sebagai orang yang mempunyai latar belakang yang sama dengan ir. Soekarno, soeharto pun kerap dikaitkan dengan hal-hal mistik sebagaimana soekarno. Dalam berbagai perjalanannya tidak dipungkiri bahwa soeharto kerap mengunjungi suatu tempat yang memang tempat itu dahulu digunakannya untuk bertapa, berendam disungai untuk membuang kesialan, hingga mempunyai guru spiritual untuk membimbing hidupnya kejalan yang memang telah digariskan. Dilain itu pula, sebagai orang yang berkuasa lama di indonesia, Ibu tien soeharto kerap juga dikaitkan dengan mistik yang memang memberikan kontribusi bagi kekuasaan sang suami. Ini terlihat jelas ketika detik-detik kematiannya dengan berbagai kejadian yang terhitung aneh yang mengawali desas-desus akan tumbangnya rezim orde baru. Ini terbukti saat istri beliau menemui ajalnya.
Dalam perjalanan kariernya naik tahta, soeharto banyak menimbulkan pro kontra dikalangan bangsa indonesia. Situasi politik yang tidak stabil, perekonomian yang merosot dan gejolak-gejolak lain mengawali isu akan dikudetanya ir soekarno oleh tujuh jendral. Begitu isu ini mencuat hingga dibunuhnya tujuh jendral itu oleh beberapa tokoh militer dan sebagian kecil tokoh partai Pki, segera memberikan sinyal bagus bagi soeharto yang situasi politik begitu buruk, ditambah lagi diberikannya surat Supersemart oleh soekarno yang segera setelah itu dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh beliau dengan mengambil alih kekuasaan yang sah dari soekarno.
Dengan mandat pengamanan negara dari situasi genting ini, dengan sigap pula soeharto melakukan pembersihan dan pembantaian terhadap seluruh kaum Pki dengan tanpa ampun. Bahkan yang lebih biadab lagi, tidak hanya para pembesar-pembesarnya saja, akan tetapi semua kader partai hingga orang-orang yang dianggap punya kaitan dan berkeluarga dengan partai mereka semua dibunuh. Dan mereka dari yang atas hingga orang-orang kecil partai yang tidak tahu menahu akan hal ini diseluruh lenjuru indonesia digugah dan di intimidasi ketenangannya. Ada kaitan apa sesungguhnya orang-orang yang hanya dianggap sebagai orang dan rakyat kecil partai harus menemui nasib yang sama dengan para melaku pembunuhan tujuh jendral?
Kebiadaban ini nampaknya tidak saja disandarkan atas ketakutannya rezim orde baru akan hadirnya pki yang mempunyai reputasi baik dimata soekarno, akan tetapi jiwa spiritual yang bertolak sebagai komunis yang dianggap anti tuhan dan ketidak percayaannya akan hal-hal mistis menjadi kebencian tersendiri dibenak sang rezim.
Walaupun dalam segi literatur hal ini tidak pernah dibahas dan diteliti, namun memang kemungkinan dan secara analisa saya ada kaitan keranah psikologi kepercayaan ini. Hal ini dilihat dari latar belakang idiologi yang berbeda jauh dengan parahnya membantaian yang dilakukannya hingga pada kader-kader dan bahkan orang yang bukan kader partai namun ada sangkut pautnya harus mati karena dianggap ikut serta dan dianggap tau akan hal itu. Inilah sikap ketulenan mistik yang dimiliki soeharto dan kefanatikannya dengan idiologi yang diluar itu.

Comments
Loading...