Aspirasi Mahasiswa

KONTRIBUSI PERBANKAN SYARIAH TERHADAP USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) SEBAGAI RODA PENGGERAK PEREKONOMIAN DI BANTEN

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat vital bagi roda kehidupan ekonomi sebuah negara. Hal ini setidaknya dibuktikan dengan kontribusi UMKM bagi perekonomian nasional saat Indonesia dilanda inflasi 1998. Pentingnya UMKM bagi penopang perekonomian juga disadari oleh pemerintah provinsi Banten, melihat jumlah UMKM di Banten sekarang terbilang cukup banyak. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, jumlah UMKM pada 2014 sebanyak 984.118 unit dan 6.227 unit koperasi. Jumlah tersebut terdiri dari usaha mikro 823.496 usaha, usaha kecil 153.313 usaha, dan usaha menengah sebanyak 7.309 usaha. Bidang makanan alias kuliner merupakan mayoritas UMKM di Banten sekitar 30% dan aksesoris termasuk fashion sekitar 10% sampai 20%. Secara pendapatan, UMKM di Banten menyumbang 83% dari perekonomian di Banten . Jika melihat data yang ada, setidaknya memunculkan optimisme untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan sektor UMKM ini. Melihat besarnya potensi tersebut, diharapkan pembinaan terhadap UMKM juga dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan. Selain pembinaan, permodalan juga merupakan salah satu hal yang mendorong tumbuh dan berkembangnya UMKM melalui lembaga-lembaga keuangan yang lebih akrab disebut bank. Bank adalah suatu lembaga keuangan yang eksistensinya tergantung mutlak pada kepercayaan  dari para nasabahnya yang mempercayakan dana dan jasa-jasa lain yang dilakukan mereka melalui bank pada khususnya dan dari masyarakat luas pada umumnya. Keberadaan bank di sini telah menunjukan kontribusi yang sangat signifikan dalam perputaran roda perekonomian di Banten, khususnya bank-bank syariah yang belum lama ini muncul namun kontribusinya sudah patut diacungkan jempol sebagai apresiasi yang mengagumkan terhadap pertumbuhan UMKM di Banten, karena bank syariah merupakan suatu kegiatan usaha yang dilaksanakan menurut prinsip ilmu ekonomi syariah. Ilmu ekonomi syariah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia sebagai hubungan antara tujuan dan sarana untuk memiliki kegunaan-kegunaan alternatif berdasarkan hukum islam. Adapun wujud kontribusi perbankan syariah yang menjadikan UMKM berkembang yaitu dengan 1)Mendirikannya Grameen Bank, 2)Adanya aspek bahwa kredit adalah hak bagi setiap orang (Credit is fundamental right), dan 3)Bantuan tanpa jaminan. Ketiga wujud tersebut sebagai bukti nyata UMKM berkembang saat ini meski belum pada titik puncak.

Grameen Bank adalah institusi yang memiliki ide menciptakan pelayanan keuangan terhadap masyarakat miskin dengan landasan saling percaya, partisipatif, dan kreatifitas. Perbedaan signifikan pada bank ini adalah pinjaman diberikan kepada kelompok perempuan produktif yang masih berada dalam status sosial miskin. Lembaga keuangan ini berdiri tidak terlepas dari peran yang dilakukan bank-bank lain di negara ini umumnya dan di Banten khususnya, namun bank-bank tersebut kebanyakan hanya mau meminjamkan atau membuka kredit kepada orang yang dianggap mempunyai uang dan usaha saja. Kesalahan fatal inilah yang mendorong terbentuknya Grameen Bank oleh Muhammad Yunus. Seperti dalam pribahasa “Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang”. Maka, prinsip perbankan syariah di sini tidaklah meminjamkan kepada mereka yang mempunyai uang atau usaha saja, namun juga akan memberikan pinjaman terhadap masyarakat miskin agar dapat memulai usahanya sehingga berkesempatan untuk menggapai kehidupan yang lebih baik. Nah, inilah salah satu sifat UMKM berpenghasilan sedikit demi sedikit namun terus-menerus, sehingga UMKM dikatakan usaha yang menjanjikan. Selanjutnya, selain kelompok perempuan produktif yang berstatus kurang mampu, perbankan syariah juga memiliki aspek bahwa kredit adalah hak bagi setiap orang (Credit is fundamental right).

Kredit adalah hak bagi setiap orang untuk mendapatkannya, termasuk orang miskin guna memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini diwujudkan dalam bentuk terciptanya Usaha Kecil Menengah dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada di Banten. Plato pernah berkata “Orang yang ingin bergembira harus menyukai kelelahan akibat bekerja”. Maka, untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, seseorang harus menekuni usaha yang dimulainya meskipun lelah dan risiko-risiko yang tak diduga konsekuensinya. Terbukti berkat kerja keras dan semangat masyarakat serta bentuk permodalan yang diberikan bank-bank syariah, UMKM di Banten saat ini sangat berpotensi cukup memuaskan karena beberapa hasil produksinya bisa menembus pasar domestik maupun mancanegara. Ini merupakan wujud kontribusi dan dorongan dari bank-bank syariah yang sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian Banten, tak bisa dipungkiri bahwa bisnis perbankan konvensional kini mulai tersaingi dengan kehadiran bank-bank syariah tersebut. Apalagi di dalam bank syariah mempunyai suatu produk unggulan yaitu Al-Mudharabah. Al-Mudharabah adalah salah satu produk perbankan syariah dengan sistem bagi hasil. Produk ini biasanya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan pembiayaan atau modal. Nah, salah satu sektor yang terus membutuhkan bahkan mengalami kurangnya modal adalah usaha mikro, kecil, dan menengah. Jika produk ini dapat dikelola dengan baik oleh perbankan syariah dan efektifnya strategi pemasaran yang digunakan oleh pihak perbankan syariah, maka hal ini dapat menurunkan angka kemiskinan. Berbeda dengan bank konvensional, dimana sejak awal kerjasama sudah ditentukan bunga dan biaya administrasi setiap angsuran perbulannya dan apabila terjadi kerugian atau risiko sepenuhnya ditanggung  peminjam. Hal ini sangat merugikan pihak peminjam, karena bank konvensional tidak memikirkan nasib para nasabahnya dan hanya memikirkan keuntungan pihak bank saja. Namun, berbeda halnya bank syariah lebih memikirkan para nasabahnya dengan sistem terdapat bagi hasil tadi yang telah dijelaskan. Selain itu, di dalam bank syariah juga terdapat bantuan yang di dalamnya tanpa jaminan yang lebih berpihak pada kesejahteraan bersama.

Bantuan tanpa jaminan merupakan suatu upaya yang dilakukan bank syariah dalam mengembangkan UMKM yang ada di dalam masyarakat. Target kelompok atau peminjam adalah masyarakat kecil miskin yang kurang mampu tidak hanya kelompok perempuan saja, namun bagi mereka yang mempunyai potensi untuk mengembangkan usaha perekonomiannya dan ketentuan lain yang diterapkan adalah jika anggota meninggal dunia, mereka dibebaskan dari pembayaran kredit. Hal tersebut merupakan suatu keunggulan tersendiri, oleh sebab itu UMKM semakin berkembang dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang berusaha ingin memulai usahanya. Perbankan syariah telah menunjukkan perkembangan yang signifikan meski secara porsi masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total industri perbankan nasional. Pada Oktober 2013 pangsa aset perbankan syariah terhadap aset perbankan nasional baru mencapai 4.9%. Oleh karena itu, untuk bisa lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah, perlu adanya upaya untuk mendorong pertumbuhan yaitu dengan memberikan pemahaman mengenai makna ekonomi syariah itu sendiri kepada masyarakat awam karena tidak sedikit masyarakat yang belum memahami mengenai ekonomi syariah, sehingga dengan langkah tersebut dapat menunjukkan bahwa ekonomi syariah adalah alternatif yang terbaik. Hal ini adalah tugas dari bank-bank syariah dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas dalam memilah dan memilih alternatif yang baik bagi perekonomian masyarakat. Mengorganisir masyarakat kurang mampu juga perlu dilakukan, mereka yang meminjam modal atau kredit dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas 5 anggota. Tujuannya, selain untuk memberikan pemahaman mengenai makna ekonomi syariah sendiri juga memperkuat para nasabah sehingga mereka mempunyai kapasitas untuk merencanakan dan melaksanakan pengambilan keputusan di tingkat mikro. Bank syariah dalam pengembangan usaha tersebut memfokuskan prioritasnya kepada pemberian kredit tidak didasarkan atas kedermawanan atau belas kasihan, sebab dapat menimbulkan ketergantungan kepada pihak lain. Serta bantuan kredit yang yang telah diberikan harus dapat menyiapakan persyaratan dan prosedur kredit yang sesuai dengan kondisi masyarakat (fleksibel). Sehingga dari pihak manapun tidak ada yang diberatkan dengan persyaratan yang diajukan bank tersebut, tinggal masyarakatnya yang harus berusaha bekerja untuk mendapatkan kehidupan yang berkualitas. Ir. Soekarno menuturkan “Hanya bangsa yang mau bekerjalah yang akan menjadi bangsa yang makmur”. Maka, kemakmuran suatu bangsa dapat dicapai dengan seberapa giat dan sungguh-sungguhkah dalam bekerja. Dengan adanya bantuan yang bersifat fleksibel tersebut, tentunya dapat memberikan solusi dengan mengembangkan potensi yang ada dalam masyarakat, baik membuka usaha kecil, mengembangkan bisnis toko, dan membuka cabang. Sehingga terciptalah suatu siklus perekonomian yang dapat memakmurkan wilayah Banten ini. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi bank syariah di Banten sangat vital dalam pertumbuhan dan pengembangan UMKM tersebut.

Jadi, kontribusi perbankan syariah sebagai penggerak roda perekonomian di wilayah Banten terhadap UMKM sudah bukan angan-angan semata karena sudah terlihat jelas pada tahun 2014 secara pendapatan, UMKM di Banten menyumbang 83% dari seluruh perekonomian di Banten. Hal ini tidak terlepas dari peran perbankan syariah yaitu dengan berdirinya Grameen Bank sebagai institusi yang memiliki ide menciptakan pelayanan keuangan terhadap kelompok perempuan produktif yang masih berada dalam status sosial miskin dengan landasan saling percaya, partisipatif, dan kreatifitas. Selanjutnya, dengan adanya aspek bahwa kredit adalah hak bagi setiap orang untuk mendapatkannya, termasuk orang miskin guna memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini diwujudkan dalam bentuk terciptanya UMKM dengan mengoptimalkan sumberdaya yang berada di Banten. Kemudian yang terakhir, bank syariah berkontribusi dengan memberikan bantuan tanpa jaminan kepada masyarakat kecil miskin yang kurang mampu, namun mempunyai potensi untuk mengembangkan usaha perekonomiannya dan ketentuan lain yang diterapkan adalah jika anggota meninggal dunia, mereka dibebaskan dari pembayaran kredit. Ketiga wujud tersebut sebagai bukti bahwa kontribusi perbankan syariah sebagai penggerak roda perekonomian di wilayah Banten melalui UMKM ini sangat nyata. Sehingga UMKM disebut sebagai usaha berpenghasilan kecil namun pasti.

Oleh : Athoilah

Penulis adalah mahasiswa jurusan Ekonomi Syari’ah kelas G UIN SMH Banten, masih menduduki di semester 2 dan salah satu pemenang lomba essay di acara Milad Ekonomi Syariah yang diselenggarakan oleh HMJ Ekonomi Syari’ah.

You might also like
Comments
Loading...