Kolom

Mahasiswa KKN UNMA Banten Gelar Diskusi Publik KEK

Pandeglang, Indokampus – Mahasiswa yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNMA Banten kelompok XIII gelar diskusi publik KEK pariwisata Tanjung Lesung dengan tema “Kesiapan Masyarakat Dalam Menyongsong Era KEK Pariwisata Tanjung Lesung”. Pada hari Kamis 30 Agustus 2018 di toko kuliner tradisional balok Jalupang Desa Citerep Kec. Panimbang Kab. Pandeglang.

Peserta acara ini dari berbagai lembaga Kemasyarakatan desa Citerep, ketua RT, RW Ds. Citerep dan tokoh masyarakat desa Viterep. Serta mengundang narasumber dari 3 (tiga) unsur lembaga yaitu dari Dinas Pariwisata Kab. Pandeglang, akademisi UNMA Eko Supriatno, M.Si dan anggota DPRD Kab. Pandeglang yang di wakili oleh Kumaedi, SE. Dan yang sayangnya narasumber dari inas pariwisata tidak hadir karena alasan sedang terjadi rotasi pegawai di dalam dinas Pariwisata.

Acara diskusi publik ini di adakan atas dasar hasil survey yang di lakukan oleh mahasiswa KKN UNMA Kel. XIII di masyarakat desa Citerep.
Ketua kelompok KKN UNMA Banten kelompok. XIII kang Yudi berkata “Acara ini di gelar hanya semata-mata untuk berdiskusi sesuai tema, karena atas dasar survey yang dilakukan oleh kami menemukan hasil bahwa masyarakat desa Citerep yang dari letak geografis adalah menyandang sebagai desa penyangga KEK pariwisata Tanjung Lesung masih kebingungan harus melakukan persiapan seperti apa untuk menghadapi era KEK nanti, jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton”. Katanya

“Panitia pun mengantisipasi ada muatan politis di dalamnya karena dalam nuansa pemilu 2019 agar tergelar dengan hikmat hanya berdiskusi sesuai konteks yang tertuang dalam tema”. Tambah Panitia Mahasiswa yang berambut gondrong itu.

Dengan di gelarnya acara diskusi publik ini terdapat kesimpulan di antaranya:
1. Masyarakat harus merubah mindset dan karakter untuk berfikir kreatif, dan inovatif untuk menaikan etos kerja di kawasan KEK pariwisata tanjung lesung agar berhasil guna terwujudnya masa depan yang berhasil sebagai pondasi untuk membangun daerah.
2. Birokrasi pemerintahan Kab. Pandeglang harus mampu saling bersinergi untuk terwujudnya masa depan yang di harapkan dengan menghilangkan 4 catatan klasik yang buruk yaitu:
– Pemerataan pembangunan, yang seharusnya lebih mengutamakan daerah-daerah yang lebih membutuhkan di bidang pembangunan.

– Birokrasi yang ribet administrasi, mempersulit dengan kebutuhan masyarakat Pandeglang yang seharusnya di buat sesimple mungkin karena melihat geografis Pandeglang yang sangat luas dan pusat pemerintahan yang jauh dari pelosok-pelosok kampung.

– Masih banyak kolusi , korupsi, dan nepotisme di pemerintahan kabupaten Pandeglang, yang harus di tanggapi dengan serius demi terwujudnya good government.

– Selalu menganggap selesai dengan permasalahan, yang sebenarnya sangat banyak permasalahan di kabupaten Pandeglang, yang seharusnya mencari permasalahan sekecil mungkin dan menyelesaikannya.
Pemerintahan kab. Pandeglang mulai dari teratas sampai terendah harus lebih serius dalam melakukan pembangunan di kab. Pandeglang.

“Semoga dengan berkontribusinya KKN Kel. XIII yang menggelar acara diskusi publik ini menjadikan masyarakat desa Citerep melek akan permasalahan yang akan di hadapi nanti dengan adanya KEK pariwisata Tanjung Lesung”. Turut statement dari ketua LP3M UNMA Banten.

(Yudistira)

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close
Close