Aspirasi Mahasiswa

Memaknai Pancasila Secara Mendasar

Ramadhan Igandhi – Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta terdiri atas dua kata ; Panca artinya 5 (Lima) dan Sila artinya Prinsip atau dasar. Alhamdulillah, pada Tanggal 1 juni 1945 dalam pidato Soekarno, Pancasila diumumkan sebagai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Walaupun pada saat itu belum merdeka, akan tetapi para Pounding Father bangsa ini telah merumuskan kelima dasar tersebut.

Dalam Sejarahnya ada banyak gejolak dalam perumusannya. Akan tetapi dalam tulisan ini saya tidak terlalu ingin mengulas tentang perjalanan terbentuknya Pancasila. Titik Fokus dalam tulisan ini adalah kandungan-kandungan yang menjadi makna besar didalamnya.

Dalam Acara Sidang Umum PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) tahun 1960 atau 5 tahun setelah Pancasila diumumkan, Soekarno berpidato menyampaikan dasar-dasar pemikiran yang mempengaruhi terciptanya Pancasila.

“The Pancasila”

  1. Believe and Good 
  2. Nasionalisme
  3. Humanity
  4. Democrasi
  5. Sosial Justice

Believe and God menunjukkan bahwa Negara Indonesia menyatukan antara Agama dan Negara. yang dalam beberapa Konsep Negara Hukum, kedua hal ini dipisahkan.

Makna Nasionalisme didalam sila kedua merupakan penjelasan bahwa Bangsa Indonesia sesungguhnya negara yang memiliki Sopan Santun dalam segala hal dan berjiwa adil dalam berbangsa dan bernegara.

Humanity adalah rasa kemanusiaan yang saling mendukung dan bersatu dalam menciptakan kerukunan.

Hal paling menarik adalah Demokrasi, bila dilihat dari arti Demokrasiadalah bentuk atau mekanismesistem pemerintahansuatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat. Hal tersebut mengartikan bahwa Negara Indonesia mengedepankan keinginan Rakyat keseluruhan dan Rakyatlah yang menentukan bangsa ini. Walaupun, akan ada rakyat yang menjadi wakil dalam menentukan kebijakan-kebijakan dalam menciptakan keadilan dan kesejahteraan bangsa.

Dan terakhir adalah Sosial Justice . Pada dasarnya kalau suatu bangsa memiliki rasa kemanusiaan, keadilan akan mengikuti didalamnya. Akan tetapi, antisipasi besar yang dipikirkan oleh Pounding Father bangsa ini sangat baik. Karena dalam jiwa manusia memiliki rasa Egois dan sifat-sifat buruk lainnya. Apalagi kalau seandainya seseorang sudah jadi penguasa, maka bila Iman tidak teguhkan Nasionalisme tidak tumbuhkan,  KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) akan merajarela dalam diri.

bagi saya kelima sila tersebut atau yang biasa disebut Pancasila penuh dengan syarat makna menyesuaikan kebutuhan bangsa ini. Agar tetap selalu terjaga dengan baik dan bisa membuat Bangsa ini lebih baik dan lebih baik lagi.

Hal itu bisa tercipta apabila dalam diri seluruh masyarakat Indonesia mengamalkan kandungan-kandungan Pancasila

You might also like
Comments
Loading...