Aspirasi Mahasiswa

Menolak Calon Walikota Yang Mengotori Kota

Oleh : Muhammad Jejen –

Etika adalah hal utama dalam politik, menciptakan suasana yang harmonis dan memberikan suatu panutan dalam kehidupan masyarakat, kecintaan masyarakat kepada pemimpinya terletak pada etika dan norma. Suatu pembelajaran atau bekal dalam berpolitik itu harus memberikan kepercayaan terhadap rakyat dengan sikap yang jadi panutan. Namun tidak dapat di pungkiri terkadang orang yang lebih paham dalam dunia politiklah yang mengotori politik tersebut, sehingga kepercayaan masyarakat semakin merosot terhadap oknum yang mengotori dunia politik di Indonesia.

Hal pertama yang menjadi sorotan pemilihan walikota serang terletak pada spanduk dan baleho yang berceceran di atas pohon, di sepanjang jalan khususnya di Kota Seran,g jika melirik kekiri dan kanan jalan pasti akan terlihat spanduk calon walikota di atas pohon. Padahal pencalonan walikota masih lama, kurang lebih satu tahun lagi. Namun apa yang terjadi beberapa calon yang belum jelas untuk maju dalam kontestasi politik atau pemilihan walikota serang telah memasang spanduk atau baleho di pinggir jalan, mungkin jika di lihat dari tujuanya agar meyakinkan masyarakat untuk memilihnya, akan tetapi spanduk yang di pasang di atas pohon menuai banyak perhatian. Terlebih masyarakat yang paham dalam politik malah mencibirnya. Hal ini bukan saja menjadi sorotan masyarakat banten tetapi masyarakat luar banten ikut serta dalam menyoroti hal ini,

Meskipun Pilkada Kota Serang setahun lagi (2018), namun sudah mulai muncul nama sejumlah politisi yang digadang-gadang akan dimajukan pada Pilkada Kota Serang,  terlebih lagi  calon yang mulai berceceran potonya di sepanjang jalan dengan bertuliskan menciptakan kota yang indah. Akan tetapi malah calon tersebut yang mengotori kotanya,  ini telah terbukti dengan spanduk yang menempel di atas pohon. Masyakarat mungkin telah sadar dengan apa yang telah di lakukan oleh seorang calon pemimpin yang mengotori kotanya dan mengotori masyarakatnya, mungkin spanduk hal yang sepele untuk di bicarakan, jika seorang pemimpin telah menonjolkan niatan yang busuk maka masyarakat harus mengutuknya dengan keras,

“Pemilihan Walikota masih lama,   masih terlalu dini untuk  pemasangan spanduk dan sejenisnya.  Terlebih lagi niatan itu malah mencederai keindahan yang telah ada, belum ada izin untuk pemasangan spanduk dan sejenisnya hal ini di bi carakan langsung oleh petugas terkait, namun beberapa calon telah melanggarnya. Jika dalam hal ini tidak di tangani segera maka akan berlarut dalam era seterusnya. Seorang pemimpin harus mencerminkan sikap yang baik dan tidak menimbulkan keresahan kepada rakyatnya, jika hal sepele di abaikan maka kesejahteraan akan terlupakan. Berbagai kebokbrokan calon walikota serang mulai terlihat dari ambisinya menuai sensasi dari berbagai kalangan entah dari  mahasiswa dan lain sebagainya, sepanduk yang berserakan di pohon menandakan kotornya ambisi seorang pemimpin, masyarakat harus membuka mata yang lebar karena kehidupannya tergantung kepada pemimpinnya.

Tidak sedikit baliho dan atribut tersebut yang dipasang di tiang-tiang listrik, dipaku di pohon-pohon penghijauan yang ditanam dan dirawat pemerintah daerah, serta di tempat-tempat yang semestinya tidak boleh dipasang.

Berbagai atribut yang dipasang di tempat-tempat yang semestinya tidak boleh dipasang, selain melanggar ketentuan dalam melakukan kampanye sesuai UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu maupun peraturan lainnya mengenai kampanye, pemasangan baliho itu juga terkesan mengganggu keamanan, estetika dan keindahan kota,

Walaupun dalam hal ini belum sampai kepada pelaksanaan hari kampanye namun pemasangan baliho, spanduk dan lain sebagainya di atas pohon telah melanggar ketentuan yang berlaku, apalagi menganggu ketertiban umum dengan pemasangan yang belum mendapatkan izin dari pihak terkait. Beberapa calon telah terlihat jelas di atas pohon yang bertuliskan mencintai kota yang indah. Jika di cermati keindahan yang bertuliskan dalam baliho di atas pohon itu lebih mengkotori kota yang sudah indah,

Ini adalah sebuah pemandangan yang tidak mengenakan untuk di lihat. Mengkotori lingkungan dan ketertiban umum, karena pemasangan sepanduk tidak saja di pasang di atas pohon pinggir jalan, akan tetapi di halaman rumah warga yang mempunyai pohon sejenis mangga dan lain sebagainya. Pemandangan yang hijau dengan pepohonan telah terkontaminasi oleh ulah para pemimpin yang penuh dengan ambisi, menyoroti hal semacam  ini menambah merosotnya kecintaan masyarakat terhadap ulah yang di lakukan oleh calon wali kota serang yang akan maju pada pilkot 2018.

You might also like
Comments
Loading...