Aspirasi Mahasiswa

Menyambut Pilkada Kota Serang, Golput Bukan Solusi Tepat.

Oleh Adi Riyadi – Golongan Putih ( Golput ) adalah salah satu bentuk perlawanan terhadap praktek politik dari orang-orang yang kecewa terhadap penyelenggaraan pemilu. Dalam buku Miriam Budiardjo, 2008, Istilah Golput di Indonesia pertama kali muncul menjelang Pemilu tahun 1970-an.

Istilah ini muncul dari golongan muda terutama mahasiswa yang bertekad memboikot Pemilu karena dianggap kurang memenuhi syarat yang diperlukan untuk melaksanakan Pemilu secara demokratis.

Mereka menilai kebebasan (civil liberties) dalam Pemilu yang merupakan pra syarat bagi suatu Pemilu yang jujur dan adil tidak berjalan sebagaimana mestinya. Untuk menegaskan pandangan ini, mereka mengambil sikap untuk tidak mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan suara. Memilih di negara Indonesia merupakan hak dan bukan suatu kewajiban.

Akan tetapi yang dipermasalahkan adalah bukan tentang hak atau kewajiban, melainkan kualitas demokrasi Yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat banyak, karena cerminan kedaulatan rakyat yang kuat adalah tingkat partisipasi masyarakat saat pesta demokrasi.

Maka kekuasaan rakyat tidak lagi dipegang oleh segelintir orang saja, tetapi menjadi dominan masyarakat luas. Meskipun selama ini kita beranggapan bahwa pemimpin yang sudah-sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, setidaknya sebagai pemilih perlu ada proritas pilihan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Sesungguhnya Golput bukan solusi yang tepat untuk menghadapi ketimpangan dalam berdemokrasi, faktanya sikap tidak memilih ini tidak mampu mencegah pemimpin-pemimpin curang yang memanfaatkan kekuasaannya hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan tertentu.

Sikap Golput juga tidak memiliki legitimasi untuk menjalankan fungsi kontrol, karena bagaimana mungkin mengkritisi pemimpin yang tidak ia pilih, ini hanya melemahkan fungsi kontrol masyarakat terhadap pemimpin yang berkuasa.

Dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2017, partisipasi masyarakat Kota Serang dalam menggunakan hak pilihnya berada di zona merah, yaitu 62,9 persen. Jauh dari target yang diharapkan KPU Banten sebesar 75 persen.

Dan pada Pilkada Kota Serang 2018 yang akan datang, KPU Kota Serang menargetkan partisipasi pemilih mencapai 70 persen. Jika jumlah keseluruhan hak pilih di Kota Serang 455.291, maka untuk mencapai target yang diharapkan, KPU Kota Serang harus mendapat angka 318.703 hak pilih partisipasi masyarakat saat pemilihan berlangsung.

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), akan berlangsung di Kota Serang Provinsi Banten pada tahun 2018, masyarakat Kota Serang harus menjadikan kesempatan ini sebagai evaluasi atas kepemimpinan sebelumnya di kota serang ini, Pilkada Tahun 2018 diharapkan lebih baik dari pilkada tahun 2013 yang lalu.

Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang, mencatat angka pemilih pada pilkada Kota Serang 2013 adalah 68 persen, angka partisipasi pemilih pada pilkada memang bukanlah menjadi tolak ukur keberhasilan suatu pilkada, akan tetapi, di negara yang memakai sistem demokrasi seperti indonesia ini, sangat penting, karena berpengaruh pada legitimasi suatu pemerintahan, selain itu juga untuk mengukur sejauh mana keberhasilan sistem demokrasi, mendapatkan dukungan atau tidak dari mayoritas masyarakat.

Ketika kita menuntut pemimpin harus bijak dan kritis untuk mengahadapi berbagai permasalahan yang ada, khususnya di Kota Serang, maka diharapkan masyarakat juga menjadi pemilih yang berkualitas. Kita tidak perlu lagi beranggapan bahwa selamanya pemimpin itu busuk, karena kejahatan akan terus ada bukan karena banyaknya orang-orang jahat tetapi karena diamnya orang-orang baik, (Ali bin Abi Thalib).

Melihat perkataan Ali Bin Abi Thalib diatas sesungguhnya masyarakat kota serang memiliki kesempatan untuk memiliki pemimpin yang baik, berkualitas, dan pro rakyat, maka jadilah pemilih yang cerdas.

Penulis mengajak kepada Masyarakat kota Serang untuk menggunakan hak pilihnya pada pilkada Kota Serang Tahun 2018 nanti, untuk membuktikan bahwa demokrasi kita baik, sehingga mencerminkan bahwa kedaulatan ada ditangan rakyat.

Semoga pemimpin kota serang terpilih adalah pemimpin yang baik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Amiin.

You might also like
Comments
Loading...