EdukasiInfoInspirasiKolomNewsOrganisasi & Komunitas

Pendapat Siswa Tentang Pentingnya Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Banten

indokampus-(10/17) Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran dan cara lain yang dikenal dan diakui oleh masyarakat. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indosesia Tahun 1945 pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, dan ayat (3) menegaskan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Untuk itu, seluruh komponen bangsa wajib mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu tujuan negara Indosesia.
Kebebasan mengeluarkan pendapat merupakan hak semua orang. Berpendapat mampu di sampaikan baik secara lisan seperti saat berdiskusi, dengan tulisan seperti gambar, surat kabar serta dengan menutup mulut, mogok makan maupun berdemontrasi.
Dalam kesempatan kali ini saya mencoba memberikan ruang kepada siswa kelas XI untuk memberikan pendapat mereka tentang pentingnya Pendidikan diBanten. Dari sekian siswa , inilah beberapa pendapat yang telah dikemukakan siswa mengenai pengetahuan mereka tentang pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Banten.

Menurut Pendapat dari : Rodiah
“pendidikan sekarang terlalu mengedepankan materil tanpa memikirkan yang lain lagi,sedikit telat dalam bayaran pelajar langsung dikasih surat. Padahal menurut saya pendidikan itu mengajarkan sesuatu yang tidak diketahui pelajar, ketika pelajar sukses sipa yang bangga?dan bahkan mengingat siapa pelajar tersebut? Tentu, pasti gurunya bangga dan orang tua dan pelajar tersebut pasti mengingat pelajar tersebut pasti mengingat pendidikan yang pernah diajarkan guru. Selain itu Kurangnya kesemangatan pada penegelola pendidikan ,baik yang mendidik maupun yang di didiknya ketika yang mendidik bermalas malasan maka yang didiknya pun bermalas malasan begitupu sebaliknya
Kurangnya keakraban /kedekatan /komunikasi antarapengajar dan pelajar.
Besarnya pembayaran bagaimana dengan orang tak punya? Apakah dia tidak boleh mengenyam dunia pendidikan ?
Pendidikan sekarang menurun kualitasnya, dulu lulusan SD, SMP, bisa jadi orang yang dibanggakan, hari ini jangan kan lulusan tersebut setinggi sarjana sajabanyak yang jualan es.
Maka hari ini seriuslah menangani kasus pendidikan.”

Menurut pendapat : syifa purnama sari al: hidayat
“Pendidkan itu ibarat orang yang sepesial dalam hidup kita, sangat berharga dan tak mau meninggalkan atau ditinggalkan olehnya, begitu juga pendidikan harus kita perhatikan selamanya maka j anganlah engkau kecewkan dan sisa siakan pendidikan dan karena dia spesial dalam hidupmu”.

Menurut pendapat: Naoval hanif
“Pendidikan itu sangat penting, seorang pelajar menurut saya pendidikan itu liberal (bebas) tapi pendidikan ini harus mempunya tujuan keranah agama, yang menunjukan kedalam sesuatu yang lurus karena pendidikan itu bisa diaggap salah satu jawara, apalagi melihat keranah kepemimpinan menjadi dasar dalam bahan bicara atau dalam hal apapun”.

Menurut : gesven gold ( nama pena )
“Pendidikan adalah harus dicari oleh seorang yang ingin menggapi cita citanya karena dengan pendidikan sesorang akan mudah bisa mewujudkan mimpi mimpi”.

Menurut Arof Ibnu Anwar
“Di era ini npendidikan bukan lagi yang menjadi acuan, tapi sudah dijadikan ajang hura hura. Merek hanya ingin izazah di sekolahnya padahal jika di fahami mendalam didunia pendidikan adalah mengasah kepribadian dan keahlian”

Menurut Riyanto
“Untuk mendapatkan pendidikan adalah hak semua orang bukan hanya seorang yang sekolah dengan ruang lingkup kelas tapi jauh dari itu, dan sesungguhnya lembaga pendidikan harus ideal karena sifat pendidikan adalah universal maka harus mencakup semua aspek mislkan fasilitas, guru guru yang mumpuni dibidangnya. Dari semua aspek harus mendukun agar menciptakan siswa siswa yang berkualitas”

Menurut siti hafidoh
“Bagiku pendidikan itu bagaikan pacaran yang apabila pasangan kita meninggalkan kita tak bisa dibayangkan sakitnya hehe..
Begitu juga jika seseorang meninggalkan pendidikan pasti orang itu akan sengsara dalam hidupnya .
Dan sesungguhnya yang paling dominan berpotensi menciptkan pendidikan yang layak seungguhnya adalah siswa itu sendiri”.

Menurut Reza
“Pendidikan akan berjalan ideal dengan dua komponen anataranya adalah fasilitas karena walau bagaimanapun fasilitas akan memacu keahlain siswa sebut saja misalnya fasilitas IT atau pasilitas olahraga, selanjunya adalah guru yang propesional artiya ahli dibidangnya.
Selain itu pendidikan juga merupakan patokan sesorang hidup, karena sesorang hidup dimana saja adalah dengan pendidikan”.

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close