Aspirasi Mahasiswa

Rintangan Sebagai Pondasi Pengusaha Pemula

Oleh : Anton Sutompul – Sepak terjang pengusaha tentu melalui proses sedemikian rupa. Tidak serta merta langsung sukses mencapai puncak karir, banyak pengorbanan terkuras habis. Pikiran, tenaga dan materi jadi tumbal meniti usaha. Mana mungkin pengusaha bisa sukses tanpa pengorbanan banyak hal, terkecuali usaha hasil warisan orangtua. Itu pun mesti dipelajari supaya usaha turun temurun bisa mencapai hasil menggiurkan. Apalagi menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN, wirausahawan perlu tak-tik jitu berkompetisi secara sehat serta punya pondasi kuat semasa mengawali usaha dari nol.

Sejatinya, seorang wirausahawan punya mental baja. Setiap tindak tanduk menggeluti bidang bisnis secara mandiri memiliki resiko tersendiri. Pertama kali memulai usaha akan mengalami banyak tantangan yang bisa membuat wirausahawan terus mencapai puncaknya atau turun perlahan tanpa arah. Rintangan bermunculan ketika pertama kali membangun sebuah usaha. Sama halnya membangun pondasi rumah. Sebuah rumah bisa kokoh apabila ditopang pondasi yang kuat.

Adakalanya seseorang ingin berwirausaha. Besarnya rasa takut berwirausaha masih menjadi momok menyeramkan bagi segelintir pengusaha pemula. Perspektif orang lebih senang berpikir negatif terhadap ide usahanya. Takut tidak diterima, tidak laku dan takut banyak penolakan justru menghambat proses wirausaha itu. Rasa takut berlebih dapat memupuskan peluang usaha. Memulai usaha serta menghilangkan ketakutan-ketakutan merupakan jalan tepat mengenali proses usaha.

Banyaknya produk saingan menjadi kendala bagi pengusaha pemula dalam mempromosikan barang jualannya. Tatkala produk yang dijajakan kurang menarik, ini dapat menghambat proses perputaran perniagaan. Imbasnya ialah tidak sedikit pelanggan enggan mengeluarkan uang recehnya (tidak tertarik membeli). Seorang wirausahawan perlu melakukan riset produk, seperti meningkatkan kualitas produk, melakukan pengemasan dengan baik dan membuat konsumen penasaran terhadap produk yang ditawarkan.

Menilik secuil riwayat Bob Sadino, seorang pengusaha sukses di Indonesia. ia mengawali usahanya dengan berternak ayam. Ia bersama istrinya sering mendapat keluhan dan celaan dari pelanggan yang kurang puas terhadap pelayanan usaha Bob Sadino. Beliau lantas mendengarkan setiap keluhan dari pelanggan, entah keluhan bernada sopan maupun bernada kasar. Sebagai wirausahawan pemula pantang untuk menyerah dalam segala situasi, walaupun terasa berat. Dalam dunia usaha, kegagalan merupakan hal mutlak yang perlu dipelajari, diperhatikan, dievaluasi keberadaannya untuk berkembang maju selangkah dari keadaan sebelumnya.

Wirausahawan  sering mengalami penolakan. Produk atau jasa yang ditawarkan biasanya kurang diminati konsumen menjadi faktor munculnya penolakan. Seorang  pakar sales terkenal dunia Zig Ziglar mengungkapkan  bahwa penolakan orang lain bisa disebabkan karena kurangnya kebutuhan (no need), tidak memiliki uang yang mencukupi untuk membeli (no money), tidak mendesak (no hurry), tidak ada keinginan (no desire), dan kurangnya kepercayaan (no trust).

Penolakan-penolakan bisa berbuah manis manakala pengusaha pemula menjadikan penolakan sebagai ajang pembelajaran. Dari sekian banyak  penolakan pasti ada beberapa kesepakatan antara pengusaha dan konsumen. Dominasi  penolakan ketimbang kesepakatan membuat  wirausahawan terasa berat menjalaninya. Butuh asupan nutrisi supaya tidak cepat menyerah. Menyikapinya dengan lapang merupakan nutrisi penting menggapai suksesnya usaha. Bersamaan dengan itu, usaha yang dijalani harus konsisten sampai benar-benar menjadi perusahaan beromset jutaan bahkan milyaran.

Rintangan merupakan pondasi bagi pengusaha pemula. Terpaan resiko merupakan fase dimana seseorang membangun pondasi perusahaan kokoh, kuat dan berdaya lenting tinggi. Pemerintah punya peran penting dalam mencetak pengusaha bermental tinggi yang tidak takut menghadapi tantangan. Mengadakan program kewirausahaan cukup ampuh menggerakkan hati wirausahawan untuk terus merealisasikan usaha kecilnya, hingga ia mampu berdikari secara ekonomi membangun tumbuhnya perekonomian bangsa.

[miptheme_alert type=”info” close=”true”]Penulis – Anton Sutompul, Mahasiswa Universitas Terbuka, aktif menulis di beberapa media cetak lokal. Salah satu angkatan Kelas menulis Rumah Dunia 21. CP : 089695228799[/miptheme_alert]

You might also like
Comments
Loading...