Aspirasi Mahasiswa

Robeknya Kemaluan Tanah Kelahiranku

Indahnya tanah kelahiranku, tak seindah tanah kelahiran kalian. mungkin sebuah kata yang selama ini aku banggakan. Kenapa begitu, karna aku bangga dilahirkan diantara gunung-gunung petilasan para ulama dulu. Tanah yang penuh dengan sejarah. Ya walaupun pandangan orang lain berfikir jelek ditanah kelahiranku ini, tapi aku tidak sedikitpun malu mengakui aku orang sini, orang bojonegara.

Yah, sebuah tanah yang kaya raya, tanah yang subur, tanah yang makmur, tanah dimana surganya kaum-kaum asing yang suka berinvestasi diindonesia. Ditambah syurganya pemerintahan-pemerintahan yang memimpin tanah kelahiranku ini.

Tanah kelahiranku ini sangat indah. Yah sangat indah bahkan indah sekali. Disepanjang jalan akan kita dapati istana-istana asing dihiasi kolam-kolam ikan dan udara yang sangat jernih untuk pernafasan manusia serta indahnya kerlap-kerlip lampu hias jalanan ketika malam hari.

Selain itu, tanah kelahiranku baik, bahkan sangat baik. Dia selalu memberikan apa yang dia punya kepada sang ibu ratu disana setiap tahunnya, bahkan terbesar ke dua setelah kawannya di sebelah sana. Walapun begitu  saya merasa sedih melihat tanah kelahiranku ini, dimana dengan seenaknya mereka menikmati tubuhnya, menguras habis keindahannya tapi cuma celotehan belaka yang dia terima.

Tanah kelahiranku jangan pernah marah kepada mereka. Walaupun kita disini menjadi budak asing, kita disini dibunuh secara perlahan akibat keringatmu yang berterbangan disepanjang jalan serta tuan-tuan disana cuma menikmatimu.

Aku ingin menolongmu, tapi apa daya aku tak leluasa membebaskanmu. Banyak sekumpulan orang tua dan muda yang katanya igin membebaskanmu tersendat, karna mungkin mereka mendapatkan sebagian dari hasil tubuhmu. Akupun cuma bisa berdoa dan bertanya pada tuhan, kapan tanah kelahiranku mendapatkan imbalan yang setimpah dengan apa yang sudah dia beri? Apa tanah kelahiranku akan seperti begini? bahkan apa akan selalu terjama dan terjama sampai robek kemaluannya itu dan Tuhan marah. Ah, aku tak tau lagi apa yang harus aku lakukan untuk menolong tanah kelahiranku yang sudah menemaniku sampai saat ini. Tanyaku pada sujudku. Semoga tuhan menyayangi tanah kelahiranku ini. amiin.

 

 

 

 

 

Comments
Loading...