Aspirasi Mahasiswa

Salam Rindu Untuk Guruku, Gusdur.

Gus…

Gus…

Gus, bangun Gus. Sudah terlalu lama engkau tertidur.
Bangsa ini butuh nasehat mu.

Gus bangun, bangun, bangsa ini sudah tak karuan. Isu agama dimunculkan sedangkan diluar sana masih banyak yang kelaparan.

Gus bangun, masih banyak minoritas dizalimi, rumah ibadah mereka dihancurkan, masjid dijadikan kampanye, nama Tuhan dikumandangkan ketika Pilkada.

Memang gus, secara zahir engkau tak melihat, tapi batin mu melihat setiap orang yang tertindas. Kau menolong banyak orang yang dizalimi oleh penguasa dan ormas. Engkau banyak menghapus air mata kesedihan orang yang kau tolong.

Gus, memang secara zahir engkau tidak bisa berjalan. Ke mana-mana dituntun, tapi Gus engkaulah yang menuntun bangsa ini menuju gerbang demokrasi yang hakiki. Menuntun orang yang tersakiti agar bangkit.

Gus, orang yang dulu kau bela kurang ajar, menggunakan isu agama untuk kampanye. Dia menyerang orang yang engkau percaya untuk memimpin Jakarta, hanya untuk mengambil simpati rakyat agar dia mendapatkan pahlawan Islam.

Gus,orang yang dulu menurunkan mu juga begitu, di jalan meneriakan hukum konstitusi untuk menangkap orang yang kau percaya. Bukan kah dia juga melanggar konstitusi dengan menurunkan mu dari jabatan presiden tanpa alasan?

Ketika kau masih ada, masyarakat Tionghoa mendapatkan haknya, budayanya pun mereka bebas mengeskpresikan di publik. Agama mereka diakui sebagai salah satu agama yang ada di Indonesia.

Umat Kristen bisa tenang, gereja mereka dijaga ketat ketika ibadah, sehingga tidak ada lagi bom yang masuk kehalaman gereja.

Hindu dan Buddha pun demikian, tempat ibadah mereka di jaga. Tak ada perusakan dan penghancuran. Ibadah dalam keadaan damai dan tentram.

Begitu juga dengan Islam, kau membuat wajah Islam begitu ramah, sejuk dan damai. Stigma yang mengatakan Islam itu teroris engkau hapus. Engkau ajarkan kepada orang diluar Islam, bahwa tidak semua Islam itu jahat, teroris tukang bunuh. Sehingga masyarakat Indonesia mengenal bahwa Islam yang engkau praktekkan Islam yang santun dan ramah.

Gus, doakan bangsa ini agar bangsa ini tetap utuh, tetap damai, tetap santun dan mampu terhindar dari konflik internal. Bangsa ini masih perlu berbenah dari segi pendidikan dan ekonomi, agar bangsa ini mampu bersaing dengan bangsa-bangsa yang sudah maju.

Gus, inilah bisikan saya. Bisikan yang mewakili seluruh warga
Indonesia yang rindu akan sosok seperti dirimu. Kami mengharapkan kau bangun, tapi Tuhan lebih ingin bersama mu, untuk menceritakan setiap kisah lucu dan kisah perjuangan bangsa Indonesia.

Sekian Gus. Salam rindu dari kami untukmu.

Comments
Loading...