Aspirasi Mahasiswa

Tuhan dan Harapan

Aku tak mengerti apa itu ke ikhlasan dalam harapan. Aku tak mengerti apa itu kebahagiaan dalam tangisan. Yang aku alami cuma kebahagiaan dalam keihlasan harapan yang sia-sia. Aku tak paham sampe detik ini pun aku merasakan senyuman kala itu masih menjadi harapan yang selalu ingin ku miliki. Walaupun kenyataannya aku tak bisa memiliki seutuhnya senyuman itu.

Entah aku mungkin terlalu bodoh ataupun bego, tapi semua harapan itu masih belum tergantikan sampai saat ini walaupun seribu wanita memberikan harapan bahkan seluruh hidupnya buatku.

Tuhan, kapan aku terbangun dari tidurku ini, aku bisa menggenggam seutuhnya harapan itu untuk bisa aku miliki. mungkin harapanku itu layaknya api yang ingin membakar kayu yang terkena hujan deras itu.

Jadi teringat awal kita berjumpa diatas rintikan gerimis manja yang membuatku bermalas-malasan dikasur. kala itu, aku tak berharap sedikitpun awal harapanku itu menjadi kenyataan. Coba saja di malam itu kita tak berjumpa aku pasti tak menjadi seperti ini menjadi orang yang mencoba tersenyum melihat harapan yang sirna itu. Tapi aku tak bisa menyalahkan semua itu karna aku tak sanggup melawan sang pemilik skenario hidup ini.

Walaupun begitu, aku tetap bersyukur masih bisa memiliki harapan itu sampai detik ini dan sampai kebahagiaan itu dimiliki seutuhnya walaupun sama orang lain. Aku sayang dia, Aku cinta dia tapi apakah aku membiarkan keegoisan ku mengalahkan keikhlasan untuk melihat dia selalu tersenyum? Aku rasa tidak. Aku lebih baik menjalani semua ini bersama harapanku yang selama  dua tahun lebih ini setia menemani.

Semoga kamu selalu bahagia, selalu tersenyum dan selalu menjadi wanita yang selalu membuatku tersenyum dari kejauhan walaupun kini kau sudah ada yang memiliki separuh rasa sayangmu itu. Jadilah wanitaku yang selalu memberikan yang terbaik buat orang lain yang sekarang kamu sayangi. Aku disini selalu bahagia dan selalu tersenyum serta akan selalu mendoakanmu agar kau mendapatkan kebahagiaanmu seutuhnya.

Aku ucapkan terima kasih sudah mewarnai kehidupanku walaupun aku tak perna memilikimu. Sudah ada dalam ingatanku sampai kapanpun biarkan semuanya menjadi saksi bisu perjalanan Tuhan dan harapanku yang sampai sekarangpun masih berharap keajaiban akan menemuiku dikala hujan menemaniku seperti hujan pertemuan kita.

 

Comments
Loading...