News

Aktivis Bandung Daftar Calon Anggota DPD

BANDUNG, KabarKampus – Sapei Rusin (42), seorang aktivis Jawa Barat mendaftarkan diri menjadi calon DPD Jabar ke KPU Jabar, Minggu, (22/04/2018). Ia datang didampingi istri dan tiga anaknya, serta diiringi sejumlah rekan seperjuangannya didunia pergerakan.

Selama ini Sapei dikenal sebagai pembela kaum petani, nelayan dan buruh di Jawa barat. Namun kali ini, ia juga ingin mengembalikan marwah DPD yang sedang kisruh.

“Saya daftar DPD karena selama  setahun ini, kisruh terjadi di tubuh DPD, Mahkamah Agung melantik orang partai. Pelantikan yang sampai hari ini masih dipertanyakan banyak kalangan,” kata Sapei disela-sela pendaftaran.

Menurut Sapei, MA telah mengingkari amar putusannya sendiri dengan tetap mengambil sumpah pimpinan yang baru terpilih. Hal tersebut sekaligus mencerminkan runtuhnya benteng terakhir penegakan hukum di republik tercinta.

Namun tak hanya itu, Sapei juga ingin mendorong terjadinya perubahan struktur penguasaan dan pemanfaatan, sumber daya agraria dan sumber daya alam lainnya serta mendorong peningkatan produktivitas masyarakat untuk dapat menikmati hasil kerjanya secara adil. Selain itu, ia juga ingin mendorong keterjaminan keberlangsungan daya dukung alam bagi antar generasi dan mendorong terwujudnya pendidikan yang adil dan terjangkau bagi semua golongan.

Mengumpulkan KTP

Dalam mengumpulkan KTP sebagai persyaratan, Sapei melakukannya dengan bantuan relawan dari mahasiswa dan kaum buruh, petani, nelayan dan seniman. Mereka selama sebulan lebih memasukkan data KTP ke komputer, siang dan malam, bahkan mereka tidak tdur.

“Bahkan untuk makan mereka yang bekerja memasukkan data, datang dari relawan lainnya , setiap hari silih berganti mereka menyumbang makanan” kata Sapei seraya mengucapkan  terimakasih kepada para relawan yang  telah membantunya.

Sapei pernah menjadi Ketua Dewan Sekolah Kepemimpinan untuk Pembaruan Desa dan Agraria (SKPDA), Inisiator dan Pengajar pada Sekolah Politik Anggaran (SEPOLA) Inisiatif, Koordinator Dewan Sekolah Politik Pembaruan Agraria (SPORA). Juga pengajar pada berbagai pelatihan untuk pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat.

Di sela sela waktu luang, Sapei membuat lagu dan belajar aksara Sunda kuno dengan Mukti-Mukti dan aktif sebagi penggiat di Majelis Sastra Bandung (MSB). Merupakan lulusan ITB tahun 1999,  dan Fellow of American Council for Young Political Leader (ACYPL) Program (2012), Comparative study on Pro Poor Participatory Budgeting in Porto Allege, Brazil (2005), dan  Comparative study on people based advocacy in Pune, Maharashtra, India (2002).

Ia juga merupakan  Pendiri dan Ketua Perkumpulan Inisiatif dan kini Ketua Majelis Pengarah Organisasi (MPO) Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia  (KPRI) dan Ketua Badan Pelaksana Perhimpunan Penggerak Advokasi Kerakyatan, dan pernah aktif di  Presidium Sarasehan Warga Bandung (SAWARUNG) serta  Peneliti AKATIGA dan B-Trust.[]

Berita Lainnya:


Source link

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close