Aspirasi Mahasiswa

Buntut Represifitas Aparat, KAMMI Sebut Aparat Kepolisian Arogan Dan Tebang Pilih.

Repsesivitas apparat kepolisian terhadap seorang aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di depan Istana Negara pada hari rabu lalu 24 Mei 2017 rupanya berimbas pada kecaman dan protes KAMMI di Seluruh Indonesia. Sebelumnya, 7 Aktivis KAMMI diamankan oleh kepolisian  saat melakukan aksi unjuk rasa dan seorang diataranya mengalami luka dibagian kepala akibat bentrokan antara petugas kepolisian.

Reza Pahlevi, Ketua PD KAMMI Cirebon angkat bicara, ia mengungkapkan keprihatinannya atas tindakan represif apparat yang dilakukan oleh oknum petugas.

“Sikap arogansi oknum aparat kepolisian yang tidak manusiawi kepada teman-teman KAMMI sangat mengecewakan. Kami mengecam sikap represif tersebut dan mendesak agar saudara kami dibebaskan,” pungkasnya.

Reza menilai bahwa hal serupa bisa saja terjadi didaerah – daerah, ia menyebut bahwa repsesivitas apparat kepolisian terhadap demonstran sungguh memalukan dan mencederai rasa keadilan.

Lebih lanjut, Reza menyampaikan, agar pihak kepolisian segera melepaskan demonstran yang diamankan. Pihaknya juga akan menggalang aksi se Wilayah Cirebon untuk solidaritas atas dibungkamnya aspirasi dan sikap represif yang dilakukan oknum kepolisian tersebut.

Selain di Cirebon, Puluhan kader KAMMI kota serang juga mengutuk tindakan repsesifitas tersebut, mereka melakukan unjuk rasa mengecam sikap aparat kepolisian yang dinilai arogan. Aksi protes yang semula direncanakan di depan Polres kota Serang tersebut rupanya ditolak oleh pihak kepolisian dengan dalih keamanan, ahirnya mereka melakukan unjuk rasa di halte bus depan kampus UIN SMH Banten. (25/5)

Koordinator Lapangan, Furqon menyayangkan sikap aparat tersebut, ia menilai bahwa tindakan tersebut seharusnya tidak terjadi, ia juga menyebut Polisi tebang pilih dalam mengamankan demosntrasi.

“Aparat kepolisian dengan sangat represif membubarkan aksi damai KAMMI di Jalan Merdeka Barat. Sangat represif hingga Ketua Umum KAMMI dipukuli dan di tahan. Sementara dalam waktu yang bersamaan, simpatisan Ahok berunjukrasa di depan balaikota Jalan Medan Merdeka Selatan tanpa tindakan apapun. Aparat kepolisian telah tebang pilih dalam mengawal aksi unjuk rasa”. Paparnya saat menyampaikan orasi.

Ketua Umum PD KAMMI Serang, Imam menerangkan bahwa arogansi aparat kepolisian tersebut tidak boleh dibiarkan, Imam juga menuntut Kapolda Metro Jaya bertanggung jawab.

“Kapolres Jakarta Pusat, Suyudi Ario Seto dan Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan harus bertanggungjawab dan dicopot dari jabatannya agar kejadian serupa tidak terulang. Tegakkan hukum yang berkeadilan tanpa tebang pilih!” Tegas Imam.

Ia menambahkan bahwa aparat kepolisian adalah mitra mahasiswa. Tidak selayaknya bertindak berlebihan seperti itu.

“ Seharusnya hal tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika dibiarkan maka akan merusak demokrasi kita ini. Masa menyampaikan pendapat, dibalas dengan gebuk?” tambahnya.

You might also like
Comments
Loading...