Aspirasi Mahasiswa

Demo Rektorat Untirta, Mahasiswa Dipukuli Petugas

Ratusan mahasiswa KBM Untirta melakukan unjuk rasa didepan gedung rektorat Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Rabu 10/05/2017. Mereka menuntut pihak rektorat untuk menghentikan komersialisasi, liberalisasi pendidikan dan menuntut rektorat untuk mewujudkan demokrasi kampus.

Aksi yang di ikuti oleh seluruh elemen mahasiswa Untirta tersebut berakhir ricuh, kericuhan terjadi saat pihak rektorat menghalang – halangi mahasiswa untuk membakar ban bekas tepat didepan gedung rektorat Untirta, kemudian pihak rektorat mencoba merebut ban dari mahasiswa, akhirnya baku pukul antara petugas dan mahasiswa tidak ter elakan.

Akibat dari kericuhan tersebut, beberapa mahasiswa menerima pukulan dari petugas, dan satu diantaranya atas nama Mush’ab Asshodiq (Mahasiswa Fak. Pertanian Jurusan Periakanan) dilarikan kerumah sakit karna  mengalami luka di bagian pipi dan robekan di bibir. Saat dikonfirmasi, kondisi Asshodiq sekarang sudah membaik (Kamis, 11/05 2017). Tindakan represif ini dinilai sebagai bentuk ketidak berpihakan rektorat terhadap demokrasi mahasiswa

“Ini adalah fakta bahwa pihak rektorat Untirta anti demokrasi, mahasiswa dibatasi untuk mengaspirasikan  suara – suara ketidak adilan” Ungkap Rizki Arifianto, selaku wakil presiden mahasiswa.

Padahal menurut Rizki, bahwa penyampaian aspirasi dimuka umum adalah bagian dari demokrasi dan dilindungin undang – undang

“dalam hal kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum, telah dijamin didalam UUD 1945 pasal 28 tentang hak warga negara untuk menyampaikan pendapat dimuka umum,  dan UU No 39 Tentang Hak Asasi Manusia”. tambahnya.

Aksi yang dihadiri oleh seluruh elemen mahasiswa baik dari BEM Univ, DPM Univ, MPM Univ, BEM FH, BEM FKIP, BEM Faperta, Bem Ekonomi dan BEM Fisip tersebut mengusung Tagline “Doorprize Untuk rektor”. Mahasiswa menuntut beberapa hal yang menjadi kebutuhan mahasiswa secara objektif diantaranya, mahasiswa meminta pihak rektorat untuk melakukan evaluasi ulang UKT dan melibatkan Ormawa dalam penetapan golongan UKT mahasiswa baru, mewujudkan transparansi informasi dan kebijakan anggaran, menuntut pihak rektorat untuk menghapuskan segala bentuk pungli, dan menuntut rektorat untuk mengoptimalkan segala fasilitas kampus.

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Wakil Rektor II Bidang keuangan dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan menandatangani surat pernyataan nota kesepahaman yang didalamnya memuat beberapa tuntutan mahasiswa. Para pimpinan Ormawa mengungkapkan bahwa  perihal realisasi setelah penandatangan surat kesepakatan tersebut harus tetap dikawal.

Nota Kesepahaman – Doc. Rizki Arifianto

Sebagai jawaban atas penandatanganan nota kesepahaman tersebut, pihak rektorat mengamini tuntutan mahasiwa, bahwa kegiatan evaluasi 4 tahun UKT akan dilakukan pada bulan ini (Mei) oleh pihak rektorat bersama dengan pihak ormawa Untirta,

Perihal tuntutan mahasiswa yang diamini oleh rektorat diantaranya, Evaluasi UKT akan segera dilakukan, pihak rektorat akan segera memberikan fasilitas Free Wifi, Pembuatan kartu tanda anggota perpustakaan digratiskan, menghapus denda berjalan perpustakaan kemudian diganti dengan sistem denda maksimal.

 

 

You might also like
Comments
Loading...