News

Dinilai Buruk dalam Bekerja, Kumala beri Raport Merah DPRD Lebak

Serang, Indokampus.com-Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Kumpulan Mahasiswa Lebak (KUMALA) Perwakilan Rangkasbitung, menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Lebak. Jalan Abdi Negara Rangkasbitung, Kamis (19/7/2018)

Dalam aksinya, Kumala selain menyoroti Kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak, mereka juga menyikapi perseteruan yang beredar antara Kumala dengan DPRD lebak.
kordinator Lapangan Heri Mufti mengatakan “Menyikapi persoalan yang hari ini  sedang beredar mulai dari tantangan ketua  DPRD Kab. Lebak, Golok, sampai dengan persoalan Tim Khusus (TIMSUS). Kali ini
Kumala akan menyikapi kinerja DPRD
Lebak dan Tim Khusus (TIMSUS) yang telah dibuat dinilai keliru. Ujarnya (19/7)

Pada rilis yang diterima indokampus.com“disebutkan dalam pasal 375 ayat (1) poin G
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang
MPR, DPR, DPD dan DPRD juncto Pasal 31
ayat (1) poin G Peraturan Pemerintah Nomor  12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan
Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten dan
Kota yang berbunyi “alat kelengkapan lain
yang diperlukan dan dibentuk berdasarkan
paripurna”.
Dan dalam pasal 32 Peraturan
Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang
Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD
Provinsi, Kabupaten dan Kota yang berbunyi
“Pimpinan alat kelengkapan DPRD tidak boleh
merangkap sebagai pimpinan pada alat
kelengkapan DPRD yang bersifat tetap lainnya
kecuali Pimpinan DPRD yang merangkap
sebagai pimpinan pada badan musyawarah
pada badan anggaran.

Heri juga menambahkan  “kita ketahui ketua Timsus yaitu saudara Ace Dimyati dimana Ace Dimyati sekarang masih jadi Ketua Badan Kehormatan.

“Landasan hukum di atas kami
berpendapat bahwa, pembentukan Tim Khusus  (TIMSUS) oleh DPRD Lebak itu keliru. Selain itu, pertama mengingat dalam landasan hukum
di atas tidak ada bahasa Tim Khusus yang ada adalah Panitia Khusus (PANSUS), kedua, pembentukan Tim Khusus (TIMSUS) terindikasi
tidak melalui rapat paripurna, ketiga, tidak ada payung hukum yang jelas, keempat, Tim Khusus (TIMSUS) ini telat dan sangat terlambat, mengingat periode DPRD Lebak sudah hampir berakhir, dan kelima, kami menganggap bahwa Timsus hanya legitimiasi untuk membungkam kritik rakyat,”Katanya

Aksi yang dilakukan oleh Kumala Perwakilan Rangkasbitung berjalan damai, walaupun sempat diwarnai dengan aksi bakar ban. (MJ/jejen)

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close