Aspirasi Mahasiswa

Dinilai merebut hak mahasiswa, Rektorat UIN SMH Banten di Demo.

Mendekati Peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) pada tanggal 2 Mei mendatang, puluhan mahasiswa UIN Banten dari berbagai fakultas melakukan unjuk rasa di Lapangan Fakultas Syariah UIN SMH Banten, Kamis (27/17) pukul 10.00 WIB. Dalam aksi tersebut mahasiswa menuntut lembaga agar segera menghentikan liberalisasi, komersialisasi pendidikan serta menuntut lembaga untuk mewujudkan pendidikan yang demokratis dan segera memperbaiki sarana dan prasana yang tidak layak pakai.

Koordinator aksi, Jafra mengungkapkan bahwa aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan aspirasi dan suara mahasiswa, menurutnya, lembaga telah mengambil hak-hak mahasiswa UIN SMH Banten, Ia juga mengatakan bahwa kenaikan UKT/BKT hingga 10% setiap tahun merupakan bentuk ketidakberpihakan lembaga terhadap mahasiswa.

“Gerbang belakang yang digembok, Aula Lantai dua yang tidak bisa dipakai oleh mahasiswa dan fasilitas lain seperti toilet yang buruk merupakan bentuk-bentuk perampasan hak mahasiswa, kenaikan UKT/BKT 10% setiap tahun juga merupakan bentuk ketidak berpihakan lembaga terhadap mahasiswa” ungkapnya.

Senada dengan yang disampaikan Koordinator lapangan, Rizki Putra Sandika, salah satu massa aksi menilai bahwa lembaga telah melakukan komersialisasi pendidikan, merebut hak mahasiswa dan menjadikan pendidikan sebagai ajang bisnis.

“UKT/BKT setiap tahunnya mengalami kenaikan hingga 10%, ini menimbulkan ketimpangan dan ini merupakan komersialisasi pendidikan, dimana pendidikan dijadikan ajang bisnis oleh lembaga, lembaga semata-mata hanya mencari keuntungan, kemudian, kita lihat regulasi yang ada hari ini membungkam demokrasi mahasiswa, kita sadari bagaimana jam malam itu diberlakukan seperti misalnya dikampus 2 Fakultas Tarbiyah, ini semakin menunjukan bahwa demokrasi mahasiswa dikebiri oleh lembaga” Ungkapnya.

Rizki juga menyebut bahwa penutupan gerbang belakang yang dilakukan tanpa alasan oleh lembaga dinilai menyulitkan mahasiswa.

“Gerbang belakang yang hampir satu tahun ditutup tanpa ada alasan yang jelas sudah menimbulkan masalah bagi mahasiswa, aktivitas kita semakin sulit, dan karna gerbang belakang tersebut ditutup, akhirnya para pedagan kaki lima pindah ke gerbang depan, mereka berjejer dipinggir jalan dan tentu saja semakin membuat jalanan macet”. Tambahnya.

Ketentuan UKT BKT Telah Sesuai Dengan Regulasi

Berdasarkan keterangan  Kepala Biro AUAK (Administrasi Umum dan Administrasi Akademik Kemahasiswaan)  UIN SMH Banten, Drs. Mamat Rahmatullah MM menyebut bahwa ketentuan UKT BKT dari pemerintah, dia juga menilai bahwa lembaga telah sesuai dengan regulasi.

“UKT BKT itu ketentuanya kan dari pemerintah, ketentuan nya sudah ada, minimal itu 5%, kita sudah naikan menjadi 10%, artinya kita semuanya sudah sesuai dengan regulasi. Ungkapnya.

Selain masalah UKT BKT, Kepala Biro AUAK (Administrasi Umum dan Administrasi Akademik Kemahasiswaan) juga mengungkapkan alasan tentang lantai dua gedung Sjadeli Hasan yang tidak boleh digunakan oleh mahasiswa, menurutnya pendapatan lembaga tidak terfokus pada pembayaran SPP karna UIN SMH Banten sudah PK-BLU (Pengelolaan Keungan Badan Layanan Umum).

“Untuk lantai dua yang tidak diizinkan dipakai oleh mahasiswa diatas,karna kami menganggap bahwa kita sudah PKBLU, maka pendapatan kita itu tidak terfokus pada SPP, karna dari SPP pendapatan anggaran kita kecil, makanya, gedung yang disana diperbolehkan untuk melakukan usaha lain. Usaha lain itu diantaranya menyewakan gedung tersebut.”

Beliau juga menyinggung persoalan sarana dan prasarana yang dituntut oleh mahasiswa, menurutnya, sarana dan prasarana yang dinilai minim tersebut karna keterbatasan anggaran.

“Kalau masalah sarana dan prasarana, anggaran kita juga kan terbatas” Tambahnya.

Dalam pantauan Indokampus.com, aksi tersebut berjalan damai meski sempat diwarnai dengan pembakaran ban bekas tepat didepan Aula Sjadeli Hasan dan pembokaran gerbang belakang oleh puluhan mahasiswa. Jika aksi tersebut tidak direspon baik oleh lembaga, mahasiswa mengancam akan melakukan unjuk rasa yang lebih besar.

You might also like
Comments
Loading...