News

Fahri Hamzah: Tidak Ada Pasal Yang Memungkinkan DPR Anti Kritik!

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fahri Hamzah menuturkan bahwa DPR sebagai yudikatif yaitu berfungsi mengawasi pemerintahan yang cenderung korup dan otoriter, Di kegiatan Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah (FADA) UIN SMH Banten di Aula lantai 2 Syadzili Hasan. Kamis (29/03).

“Karena DPR  itu adalah ranah dari fungsi eksekutif, yang kedua trias politika untuk mengawasi jalannya pemerintahan yang cenderung korup dan otoriter maka lahirlah pasal konten of parlement dan konten of corn, kenapa yudikatif, karena supaya yudikatif tidak jadi alat bagi eksekutif, kenapa ada konten of parlement agar menjaga independen. Itu adalah sejarah” tuturnya

Pernyataan tersebut terlontar ketika menjawab pertanyaan salah seorang penanya (mahasiswa), Ibnu Sakti Mubarak. Yang mempertanyakan terkait tindak lanjut RUU MD3 yang dikeluarkan DPR yang dinilai meresahkan dan dinilai otokritik. “Bagaimana tindak lanjut terkait RUU MD3 yang dikeluarkan DPR yang dinilai meresahkan masyarakat karena DPR tidak bisa menerima sebuah kritikan atau otokritik?, dimana hal itu mengganggu kekuasaan rakyat seutuhnya karena sejatinya hak yang dimiliki rakyat adalah sepenuhnya kemerdekaan!”

Fahri melanjutkan, bahwa tidak ada pasal yang memungkinkan  DPR tidak bisa dikritik dan memperintahkan mahasiswa mempelajari terlebih RUU MD3  agar tidak terhasut dengan kata kata DPR anti kritk dan sebagainya.

“Itu salah! tidak ada pasal yang memungkinkan  DPR tidak bisa dikritik, Pelajari terlebih dahulu. Mustahil, hak imunitas itu diberikan oleh konstitusi sejak agustus 1945. DPR tidak ada urusan dengan rakyat biasa, DPR mengawasi mereka yang berhubungan dengan pemegang APBN  tiba-tiba mahasiswa dihasut dpr anti kritik dan segala macam , saya heran darimana kajiannya itu”

“Yang kita hadapi, mafia itu adanya di eksekutif yang megang kendali kekuasaan, pemegang uang 2400 triliun sekarang itu!” tandasnya.

 

 

 

 

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close