Aspirasi Mahasiswa

FSOE : 17 Tahun Banten, Kemiskinan Malah Semakin Meningkat

indokampus.com – Forum Silaturahmi Organisasi Mahasiswa Eksternal (FSO) menggelar unjuk rasa didepan gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, di jalan Sudirman no.30 Ciceri Kota Serang, Rabu (04/17).

Mahasiswa menilai cita-cita pembentukan Provinsi Banten masih belum terwujud, padahal menurut  mahasiswa, cita-cita awal pendirian Provinsi Banten adalah agar Banten mampu mandiri membangun daerah dan mensejahterkana masyarakatnya.

“Cita-cita pembentukan Provinsi Banten belum terwujud sejak pisah dari Jawa Barat. Padahal cita-cita awalnya, Banten mampu mandiri membangun daerah dan mensejahterakan rakyat. “Namun di 17 tahun usia Banten, pemerintah belum bisa mencapai itu semua,” ungkap Faqih selaku korlap.

Koorlap juga menjelaskan, seharusnya di usia Provinsi Banten ke 17 tahun sudah tidak ada lagi kemiskinan. Namun faktanya kemiskinan di Banten tahun 2017 malah meningkat. Berdasarkan data BPS kemiskinan di Banten naik 9% atau dari 65.774 ribu orang menjadi 67.504 ribu orang di tahun 2017.

“Padahal APBD Banten setiap tahunnya mencapai Rp9 triliun lebih. Lalu apa yang sudah dilakukan Pemprov Banten dengan APBD tersebut untuk mensejahterakan rakyat Banten,” Tambahnya.

Dalam aksinya, FSOE menuntut 9 tuntutan agar Pemprov Banten mengurangi kemiskinan dan pengangguran yakni mewujudkan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintah yang bersih, meningkatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan di Banten.

Mahasiswa juga menuntut agar pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru honorer, menghapus komersialisasi pendidikan, memaksimalkan sarana dan prasaran di Provinsi Banten, mengantisipasi dampak 15 mega proyek strategis di Banten, menyelesaikan konflik agraria dan menjaga identitas dan melestarikan budaya Banten.

Berdasarkan pantauan dilapangan,selain membakar ban, mahasiswa juga memblokir jalan protokol tersebut, hingga akibatnya para pegendara yang mengarah ke Alun-alun Serang terpaksa dialihkan melaui Stadion Maulana Yusuf.

(Eka/Indokampuscom)

You might also like
Comments
Loading...