Aspirasi Mahasiswa

Gagalnya Demokrasi Kampus Untirta

INDOKAMPUS.COM – PEMIRA merupakan ajang demokrasi terbesar dalam Universitas. Dalam pemira ini meliputi pemilihan Presma dan Wapresma, Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM sampai Ketua HMJ dan Wakil ketua HMJ. Tidak terkecuali UNTIRTA, KPUM UNTIRTA selaku lembaga yang melakukan sebuah pesta demokrasi untuk mahasiswa untirta harus bersifat independen  dalam PEMIRA agar pemira ini berjalan lancar dan Jujur serta tidak adanya memihak kepada salah satu calon.

Menurut tim sukses Dede-Syahroy, perihal aktivitas politik kampus saat ini KPUM UNTIRTA dinilai  tidak  independen dalam melaksanakan pemira tahun ini. Karena dalam pembentukanya saja, KPUM Universitas tidak mempunyai SK dan tidak ada sosialisasi terkait PEMIRA. Lanjutnya.

Dilihat bahwa KPUM UNTIRTA memihak salah satu calon. Pada saat verifikasi terbuka pada tanggal 12 Desember 2016 dengan kesepakatan forum bersama bahwa pengembalian berkas adalah tanggal 13 Desember 2016 tepat pukul 19.00 WIB dan jika telat maka di beri sanksi administratif berupa ditolaknya berkas dan disepakati oleh kedua calon.

Pihak Dede -sahroy telah melengkapi berkas dan mengumpulkan berkas sebelum pukul 19.00 sedangkan pihal Refki – Rizki mengumpulkan berkas pukul 20.00. Tetapi, KPUM Universitas menerima pemberkasan pasangan calon Refki-Rizki setelah calon tersebut melewati batas waktu yang sudah ditetapkan. Menurut mohammad hidayat selaku tim kemenangan Dede-Syahroy menyatakan bahwa KPUM Universitas tidak kredibel dan tidak independen dalam menjalankan tugasnya, pihak KPUM terindikasi bermain politik dengan calon Refki – Rizki dibuktikan dengan tidak transparansinya data dan banyak yang tidak lolos syarat administrasinya tetapi diloloskan.

Sedangkan untuk pasangan Dede – Syahroy, dipersulit dalam pemberkasan perlengkapan administrasinya. Lanjutnya, pihak  KPUM  seakan tidak melihat kesalahan dari pihak Refki-Rizki yang jelas-jelas tidak sesuai dengan keputusan bersama mengenai pengumpulan kelengkapan administrasi pencalonan Presma dan wapresma.Tindakan KPUM Universitas dinilai mendzolimi pihakny.

Masalah tersebut tidak hanya terbatas pada KPUM Universitas dan KP2UM tetapi juga lembaga DPM Universitas yang tidak bisa mengontrol tindakan Kecurangan yang di lakukan oleh KPUM Universitas. Tegasnya setelah ditemui tim disela-sela setelah KPUM memutuskan Pemira 2016 dinyatakan Aklamasi oleh KPUM Untirta. Adapun dalam keputusan saat pleno pihak KPUM tidak menghadirkan masing-masing bakal calon dan tim pemenangan serta ketua MPM yang terlibat.

Comments
Loading...