News

Gerakan Mahasiswa Serang Utara (GAMSUT) Dorong Pemerintah Peka Terhadap Lingkungan

Indokampus – Sejumlah Mahasiswa yang berasal dari Gerakan Mahasiswa Serang Utara (GAMSUT) serta masyarakat Tirtayasa Kabupaten Serang mendorong agar Pemerintah Kabupaten Serang dan jajarannya untuk menindak lanjuti pembersihan dan perawatan di Situs Cagar Budaya Sultan Ageng Tirtayasa. Rabu, (07/03/18).

” Founding father Indonesia, Ir Soekarno pernah menyebut bahwa ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya’. Sayangnya, pidato Presiden RI pertama itu seolah diabaikan oleh pemangku jabatan di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Betapa tidak, kondisi situs cagar budaya Makam Sultan Ageng Tirtayasa di kecamatan itu menjelma menjadi tumpukan sampah “. Ungkap Imron Nawawi Selaku Ketua Umum Gamsut.

“Makam Sultan Ageng Tirtayasa di wilayah tersebut seolah menjadi potret suram lunturnya penghormatan untuk pahlawan nasional tersebut. Makam yang seharusnya menjadi tempat peristirahatan terakhir sang sultan Banten itu, justru tertimbun tumpukan sampah yang menyengat,” ujarnya.

Mereka pun menyebut, situs cagar budaya merupakan warisan sejarah yang tak ternilai dan harus dirawat.

“Lokasi masih banyak sampah yang menimbulkan bau tidak sedap. Kami khawatir jika tidak segera ditindaklanjuti dengan pembersihan dan perawatan, situs ini akan semakin rusak atau bahkan musnah,” tambahnya.

Mereka juga menilai bahwa Bupati, Pemda, dan khususnya Dinas Terkait seolah tidak melihat.

“Bupati, Pemda dan khususnya Dinas terkait itu bukan tidak tahu, namun terkesan pura-pura buta. Makanya tak bergeming jiwanya melihat kondisi makam bersejarah ini”, katanya mengakhiri.

Agus, warga setempat juga mengatakan, sampah-sampah itu berasal dari Pasar Tirtayasa dan warga lain yang membuangnya ke situs cagar budaya itu. Warga terpaksa membuang sampah di lokasi cagar budaya itu lantaran Kecamatan Tirtayasa tidak memiliki tempat pembuangan akhir. Sampah-sampah itu berserakan di jalan menuju Situs Tirtayasa.

“Saya kurang tahu persis berapa lama sampah itu menumpuk. Yang jelas, sampah itu tidak enak dipandang. Apalagi, sampah itu berada dekat dengan Situs Tirtayasa,” ujarnya saat ditemui di lokasi tersebut, Selasa 06 Maret 2018.

Pria yang akrab disapa Bayang Tirta ini menyayangkan sikap pemangku kebijakan di daerah Tirtayasa. Kepala desa dan camat setempat seolah tutup mata dan tutup hidung dengan tumpukan sampah menyengat tersebut.

“Sepertinya Kepala Desa tidak mau tahu menahu. Apalagi Camatnya,” singkatnya.

Sementara Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten hingga berita ini diturunkan belum memberikan konfirmasi dengan alasan, sedang berada di luar daerah.

Mahasiswa dan masyarakat setempat pun berkomitmen untuk mendorong pemerintah terkait agar membuat suatu program yang menjadi program prioritas untuk hal tersebut.( Nahrul/Indokampus )

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close