Aspirasi Mahasiswa

KAMMI UIN Banten Tuntut Pemkot dan Dinsos Atasi Kesenjangan Sosial

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan unjuk rasa di Jl. Jendral Soedirman, depan kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, dalam aksi unjuk rasa tersebut mahasiswa menuntut walikota dan dinas sosial kota serang untuk segera mengatasi persoalan kesenjangan sosial, Jum’at  (07/04).

Selain itu, mahasiswa juga menyebut bahwa Kota Serang yang memiliki semboyan  Kota Madani dan Kota Layak anak tidak sesuai fakta.

“Pada tanggal 2 November 2007 kota serang ditetapkan sebagai kota otonom , namun di usianya yang ke Sembilan ini kota serang masih belum bisa menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di wilayahnya. Semboyan kata Madani rasanya tidak sesuai ketika melihat fakta di jalanan. Gelandang dan pengemis (GEPENG) serta anak jalanan menyebar di sepanjang jalan raya kota serang yang tidak bisa di kondisikan oleh dinas sosial”. Ungkap Suhenda selaku Koordinator Lapangan (Kolap)

Berdasarkan keterangan ketua umum KAMMI Komisariat UIN SMH Banten, Asep Waryanto,  Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak Dinas Sosial Kota Serang  mengoptimalkan peran dan fungsinya serta merealisasikan Perda No. 2 Tahun 2010 tentang Penyakit Masyarakat.

“Kami menuntut dinas sosial mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam menangani masalah gelandangan, pengamen, dan anak jalanan. Dan wali Kota Serang harus mengadakan pengawasan terhadap Dinsos Kota Serang dalam merealisasikan Perda No.2 tahun 2010 tentang PEKAT” Ujarnya.

Unjuk rasa tersebut berlangsung damai, selain membawa bendara, spanduk dan menyebarkan agitasi, mahasiswa juga melakukan orasi bergantian, akibatnya arus lalulintas sepanjang jalan Jendral Sudirman terebut sempat tersendat. Unjuk rasa yang dimulai sejak pukul 13.00 – 15.20 WIB tersebut diamankan oleh Kepolisian Resor Kota Serang.

You might also like
Comments
Loading...