Aspirasi Mahasiswa

Kekerasan Terhadap Wartawan Kembali Terjadi !

Bunaiya Fauzi Arubone (Neya) dibentak oleh Protokoler Kementrian BUPR tanpa alasan yang jelas saat ia tengah mengabil foto dalam sebuah acara di Gedung Serbaguna lantai 17 Kementrian PUPR pada Rabu sore (31/5/17). Ia merupakan wartawan Rakyat Merdeka Online.

Neya segera bertanya maksud dari sikap petugas protokoler tersebut. Tapi kemudian malah oknum aparat protokol kementerian PUPR tersebut mencekik Neya.

Tindakan tersebut langsung menuai kecaman dari berbagai pihak. Kecaman terhadap kasus kekerasan terhadap wartawan ini, dikeluarkan oleh Ikatan Jurnalis Lintas Media (IJLM). Melalui ketuanya, Riman Wahyudi, IJLM menegaskan, mendesak agar aparat kepolisian segera mengusut tuntas tindakan arogan petugas protokoler Kementerian PUPR. “Tindakan petugas protokoler itu patut dikecam. Untuk itu, aparat kepolisian harus menindak tegas perilaku arogan tersebut,” ujar Riman.

Kecaman juga datang dari Ikatan Jurnalis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (IJU). Ketua IJU, Pipo Rahmatullah, menyatakan bahwa pihaknya mengutuk keras atas tindakan kekerasan Protokoler Kementerian PUPR dan sejumlah security terhadap jurnalis Rakyat Merdeka Online (RMOL).

Menurutnya, IJU meminta dengan tegas kepada semua pihak, baik itu eksekutif, legislatif dan yudikatif untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap wartawan saat bertugas. Apalagi, sambung Pipo, wartawan dalam pekerjaannya dilindungi oleh UU..

“Semua pihak harus menghormati kerja-kerja wartawan. Karena dalam melakukan kerja jurnalistiknya wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalis,” ujar Pipo melalui pesan tertulisnya.

Terlebih, masih menurutnya, tindakan kekerasan tidak dibenarkan dilakukan oleh siapapun dan terhadap siapapun. “Negara ini negara hukum di mana segala masalah diselesaikan lewat prosedur hukum, bukan kekerasan ala jalanan,” tegas Pipo

Untuk itu, kata Pipo, IJU mendesak kepada Menteri PU Pera Mochamad Basoeki Hadimoeljono untuk mencari tahu siapa anak buahnya yang telah melakukan kekerasan tersebut, dan segera memberikan sanksi yang tegas tanpa pandang bulu.

You might also like
Comments
Loading...