News

Ketua KONI Kabupaten Serang Sebut Pembagian Bonus Atlet adalah Pembodohan

Serang, Indokampus.com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Serang Pujiyanto menyinggung kesejahteraan Atlet Provinsi Banten, pasalnya anggaran dana untuk Atlet cabang olah raga sangat besar, namun menurutnya, dibalik itu semua bukan jaminan masa depan Atlet lebih baik, malah akan membuat Atlet makin pragmatis.

“Ada isu atau penggiringan opini terkait bonus Atlet, ini ternyata menjadi dilema untuk Kabupaten Serang, bonus atlet yang di gembor-gemborkan oleh kota Serang, Cilegon, dan Kabupaten Tanggerang, ini sama halnya memberikan sebuah edukasi yang tidak baik terhadap atlet, karena atlet ini diajarkan untuk matre”, Katanya, saat menjelaskan didepan puluhan awak media dalam agenda Buka Bersama di salah satu rumah makan di Kota Serang, Rabu, 06 Juni 2017

Pujiyanto juga menilai bahwa tolak ukur perjuagan dalam meraih prestasi itu bukanlah Rupiah, ia juga menekan pemerintah daerah agar bisa merubah alur pemikiran yang dinilai salah oleh dirinya, sebab menurutnya, pola pemberian apresiasi dengan cara tersebut bisa membodohi Atlet.

“Tolak ukur Atlet untuk berjuang itu (Sekarang) adalah uang, ini gak boleh, ini sangat gak boleh, saya butuh sekali kepada teman-teman media harus sedikit menekan kepada pemerintah, kepada pemangku kebijakan, bahwa sesungguhnya cara mendidik para atlet itu jangan cara seperti itu, kita boleh memberikan bentuk apresiasi terhadap atlet yang berprestasi nanti di Porkot, boleh, tapi jangan selalu tolak ukurnya itu rupiah, ini sama saja membodohi atlet. Ujarnya.

Lebih lanjut pujiyanto menuturkan, “Sedikit berbeda memberikan apresiasi kepada atlet itu jangan selalu dengan harta, harus dengan harti, harti itu adalah ilmu, pengetahuan, wawasan, keterampilan, siapa yang berani mengatakan disini jaminan masa depan itu uang, siapa saya mau tanya, guberenur kah, Siapa Saya tantang, siapa yang berani bicara kalau masa masa depan itu jaminannya adalah uang, bukan itu tapi dengan keterampilan”, tegas Puji.

Menanggapi polemik bonus Atlet, Ketua KONI yang baru terpilih tersebut memiliki pandangan lain, menurutnya, pemberitan bonus dalam bentuk barang tidak bisa menjamin masa depan Atlet lebih baik.

“Untuk apa Atlet dikasih mobil, kalau mereka sendiri tidak bekerja, tidak punya keahlian, bagaimana ngisi bensinnya, itu yang harus dipikirkan, jangan bodoh dong, jangan hanya karena gengsi ingin terangkat harkat martabat pemerintah Kabupaten kota dan lainnya menghalalkan segala cara, ini sama saja berjudi, ini tidak boleh, Kabupaten serang bukan gak ada duitnya, banyak duitnya, anggarannya banyak miliaran. Tapi saya tidak mau kebijakan seperti itu, sama saja berarti saya tidak ada perubahan, ini harus ada sebuah regenerasi yang memimpin di dunia keolahragaan yang bisa mengubah paradigma itu”, Katanya.(Jen/Red)

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close