Aspirasi Mahasiswa

Komunitas Bantenbooks Bagikan Donasi Buku ke Sekolah Kandang Ayam

Beberapa mahasiswa perwakilan dari komunitas buku, Bantenbooks menyambangi SDN Sorongan 2 Kec. Cibaliung Kab. Pandeglang, Kamis, 07/08

Sekolah yang ramai dibincangkan dimedia sebagai sekolah kandang ayam tersebut dibangun ditengah-tengah hutan dengan luas sekitar 4x5m, dengan material seadanya. Jarak dari sekolah induk ke sekolah kelas jauh (Kandang Ayam) tersebut sekitar 7km, dengan medan naik turun bukit, melewati beberapa ladang milik warga dan track berbatu dan licin jika turun hujan

“Pihak sekolah sengaja membangun kelas jauh, untuk memberikan fasilitas akses yang mudah untuk anak-anak warga setempat” Ujar Murtani, Kepsek SDN Sorongan 2

Kedatangan mahasiswa disambut baik oleh pihak sekolah dan siswa setempat, mahasiswa tersebut mengisi materi pelajaran disela-sela waktu istirahat

“Awalnya kami tidak percaya, tapi setelah mendapatkan laporan langsung dari pak guru yang mengajar di SDN ini, dan kebetulan dia kenal dengan saya, maka kami menginisiasi untuk bersilaturahmi” Ungkap M. Jejen, selaku mahasiswa Cibaliung

Komunitas bantenbooks juga terlihat membagikan puluhan buku dan alat tulis untuk anak-anak didik sekolah tersebut

“Kami tidk bisa banyak membantu, namun beberpa bantuan buku tulis, buku gambar dan pensil ini kami harap bisa menambah semangat belajar anak-anak disini” Ungkap salah satu relawan terebut

Terdapat dua bangunan khas “Kandang Ayam” yang dibangun dipemukiman cukup ramai, bangunan sekolah pertama dibangun ditengah-tengah hutan yang didiami oleh sekitar 20KK, bangunan kedua terletak di Lewi Malang, diatas tanah milik warga, jumlah penduduk disini sekitar 40KK, bangunan ini berdiri disamping danau.

“Dulu sebelum dibangun kelas jauh, ketika musim ujan para siswa harus menyebrangi sungai-sungai yang deras, seperti sungai cikalong dan sungai cibaliung. Bahkan pernah ada siswa yang hanyut terbawa air” untungnya terselamatkan”, Kata Murtani menambahkan

Di akhir-akhir pamitan kimunitas bantenbook, Murtani mengharapkan selain bantuan sekolah yang diproritaskan seharusnya honorer -honorer yang sudah puluhan tahun agar segera di angkat jadi PNS (pegawai negeri sipil),

“Kasihan penghasilan honorer perbulan paling seratus ribu uang segitu tidak akan cukup untuk memenuhi Kebutuhan rumah tangganya, paling cukup buat beli beras, kalau misalkan anak-anaknya sakit seringkali guru honorer kesulitan untuk membeli obat, guru honorer yang berada disini udah puluhan Tahun tapi tidak pernah ada pengangkatan dari pemerintah”, katanya ketika di wawancara

(Nurhasanah/indokampus.com)

You might also like
Comments
Loading...