Aspirasi Mahasiswa

KPUM Untirta Putuskan Aklamasi

Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) telah memutuskan bahwa yang lolos verifikasi hanyalah pasangan Refki – Rizki. Ini berarti akan menghasilkan keputusan aklamasi.

“Melalui aklamasi, mungkin proses regerenerasi di kampus tidak berjalan baik. Menurut saya memang terdapat potensi dari beberapa mahasiswa untuk menjadi calon Presma, namun kenyataannya mereka tidak mampu memenuhi persyaratan secara adminstratif”. Ungkap Ketua Pelaksana KPUM Universitas, Clinton Silaban.

Ia menambahkan “Aklamasi dilakukan melalui proses yang panjang dimulai dari pendaftaran bakal calon, verifikasi tertutup dan terbuka hingga penetapan nomor urut. Ketika memang hanya ada satu calon yang lolos vertifikasi administratif sampai verifikasi terbuka maka tidak dilakukan penetapan nomor urut calon”

Pemira tahun ini hanya ada satu calon yang lulus verifikasi administratif. KPUM Univeristas pun sudah mengambil keputusan untuk tidak memberikan perpanjangan waktu pendaftaran karena sudah sesuai dengan perhitungan waktu yang telah di disosialisasikan kepada DPM Fakultas bersama DPM dan MPM  Universitas.

Clinton berharap, Pemira berjalan sesuai dengan proses kaderisasi yang baik serta mampu menciptakan pemimpin yang benar – benar siap.

“ Harapan saya ke depannya,  semoga Pemira bisa sejalan dengan proses kaderisasi yang baik juga dikampus,Ketika proses kaderisasi atau regenerasi telah selesai, maka untuk PEMIRA kita harus melihat kesiapan dari para calon yang nantinya akan diusung, sudah siapkah mereka atau sudah berpotensi kah mereka untuk memimpin kedepan nantinya,’’

Pelaksanaan Pemira sendiri akan berlangsung pada tanggal 22 Desember 2016 dan sudah disosialisasikan melalui berbagai media cetak maupun online. Mengenai aklamasi dalam Pemira kali ini berbagai pendapat pun diungkapkan oleh mahasiswa Untirta yang namanya tercantum sebagai Daftar Pemilih Tetap Pemira 2016.

Aklamasi pada pemira kali ini cukup disayangkan oleh berbagai pihak, tak terkecuali dengan Widhi Asri. Mahasiswi jurusan D3 Keuangan Perbankan ini mengutarakan bahwa dirinya sebagai mahasiswa juga berhak untuk memilih.

“ Seharusnya jangan ada aklamasi ,soalnya kita juga berhak memilih. Kalau hanya ada satu calon berarti tidak secara demokrasi  soalnya kita kaya ga ikut serta buat memilih” ungkapnya.

Via Bidikutama
You might also like
Comments
Loading...