Aspirasi Mahasiswa

Dialog Kebangsaan Dalam MUSWIL FKMTHI

Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis se-Indonesia (FKMTHI) menyelenggarakan Dialog Kebangsaan dalam agenda rutin Musyawarah Wilayah (MUSWIL) Jakarta – Banten,  untuk menentukan siapa Koordinator wilayah (KORWIL) selanjutnya, Serang, Rabu (15/09/2017) di Aula Utama Syadzli Hasan Lt. 2 UIN SMH Banten.

Dengan suguhan Hadroh sebelum pembukaan memberikan suasana hangat dalam ruangan karena lantunan shalawat yang merdu, dilanjutkan dengan pembacaan basmallah sebagai penanda telah dibukanya acara tersebut. Dengan mengusung tema Memahami Konsep Jihad Dalam Pandangan Agama Dan Negara, Aziz Arifin sebagai ketua pelaksana ingin mengubah stigma khalayak ramai tentang Jurusan Tafsir Hadis yang dinilai radikal, kaku dan berpemahaman sempit.

“Orang luar berfikir bahwa jurusan tafsir hadis itu orangnya radikal, rijik, kaku dan pemahamannya sempit, kenapa?, karena mereka langsung mengkaji islam dari sumbernya. Sumber hukum islamkan ada dua, Al-Qur’an dan Hadis dan mereka menafsirkan Al-Qur’an dan Hadis tanpa perantara ulama, ini salah. Namun banyak juga orang yang faham sumber hukum islam ini tetapi mereka menjadikan itu sebagai senjata untuk menyingkirkan orang lain dan dari kajian kita munculah ide untuk mengalihannya kejihad menurut pandangan agama dan Negara” ujarnya.

Sementara untuk penuturan sejarah FKMTHI sendiri dijelaskan oleh Ach Sayuti sebagai Korwil FKMTHI yang sebentar lagi akan lengser dari masa jabatannya “Berdiri sejak tahun 2000, maskipun gagasan tersebut muncul sebelumnya, akhirnya FKMTHI dideklarasikan. Sempat fakum beberapa tahun akhirnya FKMTHI bangkit kembali pada tahun 2011, setelah berganti dua kali kepengurusan terpilihlah kak Muhit Hariri 2013-2015, suksesnya FKMTHI pada masa kepemimpinan beliau dibuktikan dengan mendelegasikan kader terbaik dari wilayah Jakarta-Banten pada acara kontestasi monas FKMTHI untuk menjadi ketua pusat di Jember”

Agenda tersebut akan berlangsung hingga, Kamis (16/09/2017). Dari terselenggaranya MUSWIL FKMTHI, harapan mereka dimoment demokrasi tersebut adalah menerima siapa yang terpilih menjadi Koordinator Wilayah selanjutnya dan harus diikuti ketika benar dan ketika salah bisa sama-sama saling memperbaiki.

Acara yang berlangsung kondusif ini dihadiri oleh ratusan tamu undangan yang berasal dari berbagai daerah terutama di Provinsi Banten seperti dari Rangkas, Lebak, Serang serta Tangerang dan untuk dari Jakarta ada empat kampus yang berpartisipasi dengan datang keacar tersebut, yakni IQ, PTIQ, SADRA dan UIN Jakarta.

You might also like
Comments
Loading...