Mahasiswa & KampusOrganisasi & Komunitas

Gerak Cepat RANITA UIN Jakarta Tangani Korban Gempa Lombok

Tim relawan UKM KMPLHK RANITA UIN JAKARTA tiba di Bandara Lombok Proya, Senin (06/08) pukul 23:30 bersama tim relawan dari Jakarta untuk merespon gempa Lombak berkekuatan 7 SR (05/08) dan langsung menuju tempat persinggahan Sekertariat MAPALA Universitas Mataram.

(Kerusakan akibat Gempa, Lombok. Foto: tim relawan UKM KMPLHK RANITA UIN JAKARTA)

Selasa, 7 Agustus 2018 pukul 10.00 WITA tim bersama relawan gabungan Squad Penanggulangan Bencana Indonesia sudah bergegas menuju lokasi bencana di Lombok Utara tepatnya di Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung. Tim tiba pukul 12.02 WITA kemudian bergabung dengan salah satu anggota relawan RANITA yang sudah lebih dulu tiba di Lombok Timur minggu lalu yang telah bergabung dengan rekan mahasiswa pecinta alam di sana. Kemudian tim segera melakukan koordinasi dengan BASARNAS dan BNPB pukul 12.54 WITA, yang dilanjutkan dengan rapat koordinasi dan evaluasi dipimpin oleh Kepala BNPB, Willem Rampangilei, dengan beberapa aparat pemerintahan Lombok.

(Kerusakan akibat Gempa, Lombok. Foto: tim relawan UKM KMPLHK RANITA UIN JAKARTA)

Pergerakan dilanjutkan oleh tim pukul 15:32 WITA dengan mencari pos pengungsian untuk melakukan assessment (pendataan). Lokasi yang menjadi target assessment yakni Dusun Pasiran Biluan, Desa Betet, Lombok Utara. Tiba pukul 16:20 WITA, tim kemudian bertemu dengan Ketua RT, Kepala Dusun dan beberapa warga setempat untuk mendapatkan informasi terkini.

(Rapat koordinasi BNPB)

Hasil assessment yang dilakukan oleh tim antara lain:

  1. Wilayah aksi berada di Dusun Pasiran Biluan, Desa Betet, Lombok Utara
  2. Jumlah penduduk di dusun tersebut sebanyak 291 jiwa dengan 100 KK, di antaranya terdapat lansia dan balita masing-masing sebanyak tiga orang dan enam orang lainnya terluka ringan.
  3. Dampak kerusakan yakni 90% rumah rusak dan satu fasilitas umum yaitu vihara juga mengalami kerusakan
  4. Kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi beberapa di antaranya:
  • Dapur umum
  • Lokasi pengungsian (hunian sementara korban menggunakan terpal dan membuat bilik dari bamboo seadanya di lahan pertanian)
  • Beras, makanan pokok, air bersih
  • Obat-obatan
  • Kebutuhan ibu dan bayi
  • Alat tidur
(Relawan melakukan assessment)

Hasil pendataan yang telah didapatkan oleh relawan RANITA langsung dikoordinasikan dengan tim RANITA yang berada di Jakarta untuk menyalurkan bantuan secara cepat dan tepat. Tim Jakarta RANITA segera membelanjakan hasil donasi dengan berbelanja kebutuhan sesuai dengan hasil assessment. Distribusi logistik ke tempat terdampak akan dilakukan berbarengan dengan penambahan personil relawan yang akan dilaksanakan pada hari ini dengan menggunakan bantuan transportasi dari TNI menggunakan kapal Hercules.

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close