Aspirasi Mahasiswa

Mahasiswa UGM Berhasil Membuat Rudal

Rudal ini digadang akan jadi alutsista TNI

SOLO – Setelah sukses melakukan uji coba terbang, Peluru Kendali Pasopati (Rudal) karya mahasiswa dan dosen UGM tersebut digadang-gadang akan memberi sumbangsih alat utama sistem senjata (alutsista) Tanah Air.

Rudal hasil penelitian tersebut berhasil melepaskan diri dari pelontar berupa susunan pipa paralon kecil. Pipa tersebut berfungsi sebagai alas agar rudal dapat melesat dengan nyaman.

Rudal Pasopati perlahan terbang di udara. Sekira tiga menit, Pasopati berputar-putar di atas lapangan terbang Gading sebelum akhirnya mendarat di atas rerumputan agar tidak terjadi kerusakan. Sorak kegembiraan Tim Riset Aeronautika UGM sontak meramaikan uji terbang di Lapangan Terbang Gading, Playen, Gunungkidul.

Rudal Pasopati didesain agar tidak terdeteksi radar musuh saat operasi rahasia. Rudal ini memiliki kemampuan terbang rendah mengikuti kondisi permukaan bumi untuk menuju sasaran dengan maksimal ketinggian 100 meter. Kemampuan terbang itu akan menyulitkan radar ketika melakukan deteksi. Rudal yang baru dikembangkan pada generasi pertama di 2017 ini mampu mengangkat beban atau bom dengan berat 2 kilogram.

Pada penelitian selanjutnya, rudal akan dikembangkan menggunakan penggerak turbojet sehingga jangkauan sasaran bisa mencapai 100 kilometer dan mampu mengangkat beban lebih besar. “Sekarang payload-nya 2 kilogram. Ya, nanti (mampu membawa bom) sekitar tiga kilo (gram) lah,” ujar Ketua Tim Peneliti Rudal Pasopati UGM, Gesang, seperti dilansir dari Solopos, Rabu (15/11/2017).

Kendala dalam proses pembuatan rudal antara lain, bahan seperti motor penggerak dan mesin yang harus diimpor, proses pembuatan menggunakan mesin Computer Numerical Control (CNC) yang harus benar-benar presisi, serta bahan utama bodi yang terbuat dari komposit fiber glass berteknologi vakum yang seluruhnya diproduksi di UGM.

Dengan proses pembuatan seperti itu, butuh dana sekitar Rp40 juta untuk membuat sebuah rudal yang mampu mengangkat dua kilogram beban. Meskipun begitu, Tim Peneliti Aeronatika UGM berharap rudal tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alutsista oleh TNI. Kerja sama telah dilakukan tim bersama Lanud Adisutjipto untuk menggunakan hasil penelitian tersebut.

You might also like
Comments
Loading...