Aspirasi Mahasiswa

Musma Untirta Dinilai Dadakan Dan Terlalu Memaksakan Diri

Musyawarah Mahasiswa (MUSMA) Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang diselenggarakan pada tanggal 11 maret 2017 kemarin dinilai terlalu mendadak dan memaksakan diri, statement ini disampaikan oleh Mentri Luar Negeri periode 2016-2017,

“Perihal Musma MPM KBM Untirta saya rasa terlalu memaksakan diri dan juga mendadak, selain itu juga sebelumnya samasekali tidak ada surat pemberitahuan secara tertulis kepada pihak kami, bahkan tidak ada seruan secara luas kepada delegasi-delegasi fakultas secara resmi” ujar Abdurrosyid selaku Menlu BEM Untirta periode 2016-2017.

Ia juga menilai bahwa MPM tidak memberikan surat pemberitahuan secara resmi kepada pihaknya.

“Lagipula seharusnya MPM KBM Untirta selaku penyelenggara memberikan surat secara tertulis dan resmi kepada pihak kami sesuai birokrasi yang berlaku di kampus Untirta, bahkan saya sendiri beserta rekan yang lain samasekali tidak tahu kalau ada Musma kemarin” Tambahnya.

Abdurrosyid juga mengklarifikasi terkait beredarnya isu yang mengatakan bahwa “Mantan Presma Tidak Bertangung Jawab”, menurutnya isu tersebut adalah fitnah.

“Saya sudah tahu isu tersebut, kemudian saya coba klarifikasi kepada Presma periode 2016-2017 kemudian beliau mengaku samasekali tidak diberi kabar oleh pihak MPM KBM untuk menyampaikan LPJ pada jauh – jauh hari sebelumnya, beliau hanya diberitahu langsung oleh ketua MPM yakni saudara Jefri pada hari H (hari pelaksanaan) yaitu pada hari sabtu kemarin, dan saat itu beliau sedang dalam perjalanan menuju kota Tangerang”.

Selain itu Menlu juga menyayangkan sikap MPM, ia menyebut bahwa MPM Untirta hanya bisa menilai tanpa mengetahui persoalan yang sebenarnya.

“Saya selaku pengurus BEM KBM Untirta periode 2016-2017 sangat menyayangkan sikap dan keputusan yany diambil oleh MPM tersebut, terlebih ia melaksanakan Musma secara dadakan. Dan saya juga menyayangkan akibat dari ulah sebagian oknum yang gila jabatan hingga kemudian salah satu anggota KBM Untirta nama baiknya dikorbankan. Kedepan saya berharap agar mahasiswa Untirta lebih cerdas lagi dalam menilai orang lain dan lebih objektif” pungkasnya.

You might also like
Comments
Loading...