Aspirasi Mahasiswa

Isu Pelantikan PMII Kota Serang, Abdul Rojak: Jangan Menghalalkan Segala Cara

SERANG – Jelang pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Serang yang dilaksanakan pada Jum’at 1 Desember 2017 mendatang mendapat kecaman keras dari Abdul Rojak, mantan Ketua Cabang PC PMII Kota Serang yang menganggap pelantikan tersebut tidak berdasarkan konstitusi atau AD/ART PMII.

Meski mengatakan demikian, Rojak memiliki alasan yang cukup kuat karena menurut dirinya pada AD/ART BAB IV tentang Struktur Organisasi, Tugas, Wewenang dan Persyaratan Pengurus Pasal 15 point 2 yang berbunyi _Cabang dapat dibentuk apabila sekuran kurangnya ada 2 (dua) komisariat_.

“Aturan itu sudah jelas, keduanya (Ketua dan Sekretaris) yang dilantik nanti sama-sama dari UIN Banten, artinya tidak refresentatif,” kata Rojak saat ditemui, Sabtu, (25/11).

Sebab, lanjut Rojak cabang Kota Serang terdiri dari empat perguruan tinggi yaitu UIN Banten, Untirta, Uniba dan Unsera. “PMII adalah organisai mahasiswa bukan organisasi politik praktis, jangan mengahalkan segala cara, tapi cari bagaimana cara yang halal,” sambungnya.

Mahasiswa alumni Fakultas Hukum Untirta ini menyayangkan sikap Pengurus Besar (PB) PMII jika memang dibenarkan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk melakukan pelantikan pekan depan. PB PMII juga dianggap tidak objektif dalam menyikapi persoalan yang ada di daerah seperti Kota Serang.

“PB PMII tidak melihat secara objektif konflik yang ada, namun dianggap kurang tepat jika nanti sampai melantik,” tuturnya.

Untuk sekedar diketahui, issue pelantikan tersebut ditanggapinya setelah beredar poster yang diposting oleh anggota PMII disejumlah media. Dimana Abdurrahman Ahdori (UIN Banten) sebagai Ketua dan Zaenal Arsyad Alimin (UIN Banten) sebagai Sekretaris PC PMII Kota Serang yang dianggap inkonstitusi.

(Hendra)

You might also like
Comments
Loading...