Organisasi & Komunitas

KMPLHK RANITA Relawan Longsor Cijeruk dari UIN Jakarta

Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu Battutah (KMPLHK RANITA) merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan kemanusiaan yang dijiwai oleh semangat petualangan.

Rabu (07/02) Pada pukul 15.30 tim relawan KMPLHK RANITA yang beranggotakan Alfiah Nurul Zakiah dan Iqbal Ramadhan berangkat dari kampus UIN Syarif Hidayatullah menuju lokasi terdampak longsor di Kampung Maseng, RT 02/08, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanan, tim berkoordinasi dengan Pa Adam (BPBD Bogor) tentang kondisi di lokasi, namun beliau tidak memberikan penjelasan secara detil. Ketika tim tiba di stasiun Maseng pada pukul 17.50 WIB, yang berjarak lebih kurang dari lokasi terdampak bencana sejauh 200 meter, kami langsung mencari keberadaan posko utama. Namun, pada kenyataannya setelah mencari informasi dari beberapa narasumber yang diperkirakan mengetahui keberadaan posko utama, ternyata posko utama sudah tidak ada. Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh tim, pada pukul 13.00 WIB sudah dilakukaannya rapat koordinasi antara BPBD Bogor, relawan dan pejabat setempat yang memutuskan pembubaran posko utama dan operasi pencarian korban di sekitar wilayah terdampak bencana dikarenakan pada pukul 09.00 WIB seluruh korban yang diduga tertimbun longsor sudah diketemukan.


Setelah melakukan shalat magrib, pada pukul 18.47 WIB tim mencari kebenaran informasi yang sebelumnya tim dapatkan dari beberapa narasumber di sekitar lokasi kepada pejabat wilayah setempat yaitu kepada ketua RT 02, Bapak Edi Suhandi. Sesuai petunjuk yang diberikan oleh warga setempat, tim langsung menuju rumah Pak Edi. Pada pukul 19.25 WIB, tim sampai di rumah Pak Edi. Sesampainya di rumah Pak Edi, tim langsung memperkenalkan diri dan melakukan pengisian lembar kaji cepat (rapid assesment), sekaligus mencari kebenaran perihal pembubaran posko dan operasi pencarian korban longsor.

Berdasarkan data yang tim dapatkan, informasi awal perihal pembubaran posko dan operasi pencarian korban longsor adalah benar adanya. Hal tersebut telah selesai dilakukan terhitung tanggal 7 Februari 2018. Maka untuk proses lanjutan yaitu berupa perbaikan jalur rel kereta api, dan untuk korban tertimbun jenazahnya sudah dikirimkan ke daerah asalnya, yaitu Cicurug-Sukabumi. Sedangkan untuk korban longsor lainnya sebanyak 2 KK dilakukan relokasi. Yang pertama keluarga Pak Heri di relokasi ke Kampung Gembrong Desa Ciadeg Kecamatan Cigombong dan yang ke dua keluarga Pak Sigit di relokasi ke RT 01 RW 08 Kampung Maseng.

Tidak ada kebutuhan yang terlalu mendesak, karena dari korban yang selamat hanya satu keluarga yang masih tinggal di Kampung Maseng dan bisa tercover oleh warga sekitar. Namun untuk perlengkapan sekolah termasuk seragam, belum terpenuhi. Karena ada 2 orang siswa SMP merupakan korban selamat, dan barang-barang mereka tertimbuun longsor.

Adapun dari seluruh warga RT 02 RW 08 Kampung Maseng ini terdapat 150 KK dengan jumlah 419 jiwa. Namun untuk korban yang terkena longsor terdapat 13 orang, diantaranya 5 meninggal dunia dan 7 selamat (2 luka-luka, 1 ibu hamil). Kondisi rumah di sekitar lokasi longsor merupakan rumah permanen dan dengan sumber air yang sangat baik. Terdapat 3 rumah yang tertimbun longsor, 3 rumah dikosong kan karena terkena longsor dan tidak layak huni, dan 11 rumah yang masih dalam pertimbangan apakah harus dikosongkan pula atau tetap masih bisa ditinggali mengingat lokasi yang berpotensi terjadinya longsor, dengan menunggu keputusan dua hari ke depan dari pejabat setempat.

Hampir tujuh hari tim relawan di lokasi bencana, yang merupakan hari terakhir. Untuk mendukung gerakannya KMPLHK RANITA mengupayakan peningkatan sumber daya manusia, baik mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya dengan melakukan pendidikan dan pelatihan, terutama pada pengembangan sumber daya manusia yang sadar akan pentingnya pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

 

Oleh
Lina Sobariyah Arifin
linaarifinsobariya@gmail.com
Anggota KMPLHK RANITA UIN Jakarta dan Mahasiswa Antropologi dan Sosiologi Agama Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close