News

RS Mitra UIN Jakarta Berbayar, Mahasiswa Kecewa

Jakarta, Indokampus.com – Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta sesalkan pihak rumah sakit Syarif Hidayatullah (mitra UIN Jakarta) atas penutupan cek kesehatan dan berbayar bagi mahasiswa peserta KKN (kuliah kerja nyata) UIN Jakarta 2018. Rabu, (25/4/2018)

Nur Cholish Hasan, Mahasiswa fakultas ushuluddin yang juga merupakan peserta KKN UIN Jakarta 2018 menyayangkan kebijakan ini karna setelah datang ke RS tersebut bersama teman yang lain menerima penjelasan dari pihak RS, untuk cek kesehatan sebagai persyaratan KKN dikenakan biaya sebesar Rp. 55.000 untuk mahasiswa UIN Jakarta sendiri.

“kami datang dua kali hari selasa kemarin ke rumah sakit UIN Jakarta dan mendengar penjelasan dari pihak rumah sakit bahwa cek kesehatan untuk persyaratan KKN sudah ditutup sampai batas yg tidak ditentukan, kata pihak rumah sakit bisa untuk persyaratan KKN tapi bayar 55 ribu, nanti ditujukan ke dokter umum” tuturnya saat ditemui,  Rabu (25/4)

Ia juga sangat kecewa dengan kebijakan tersebut, karena merasa hak dirinya sebagai mahasiswa UIN Jakarta sudah dikebiri dengan tidak bisa menikmati fasilitas kampus sendiri.

“Saya sudah kecewa melihat hal semacam ini, RS inikan mitra dan fasilitas kampus, saya sebagai mahasiswa UIN Jakarta berhak menikmati fasilitas ini secara gratis ko malah diminta bayar 55 ribu. Apa itu wajar buat cek kesehatan doang ?”, katanya.

Hal senada juga disampaikan Ade Pradiansyah. Pihak rumah sakit mengarahkan untuk konfirmasi ke pihak akademik terlebih dahulu.

“Saya datang ke akademik tapi dari pihak akademik mengarahkan ke PPM (pusat pengabdian masyarakat) yang berwenang dalam urusan KKN” ungkap Ade yang juga mahasiswa fakultas ushuluddin.

Setelah Ia datang ke PPM dan menerima kejelasan bahwa pihak PPM memang tidak mewajibkan dari RS UIN Jakarta dan tidak memfasilitasi tempat cek kesehatan bagi peserta KKN 2018 karna tidak ada dana anggaran untuk itu.

“Pihak PPM tidak tahu soal rumah sakit, katanya PPM tidak menyediakan karena pihak rumah sakit meminta dana dari PPM” Ujarnya.

Lanjut Cholish, ini bukan permasalahan dipihak PPM. Hanya saja ia pihak rumah sakit kenapa hanya cek kesehatan untuk KKN saja berbayar.

“Katanya untuk urusan lain bisa dan gratis, padahal saya periksa juga ke dokter umum bukan ke spesialis. Saya pernah cek kesehatan juga tidak di periksa beneran cuma diukur berat sama tinggi badan doang. Kalo masalahnya KKN membludak yang ingin diperiksa, kesehatan kan bukan buat sekarang tapi sebelum pemberangkatan, khawatir saya periksa sekarang tapi besok sakit, sedangkan KKN masih 2 bulan lagi”. pungkas Cholish. (Samsul/Indokampus)

loading...

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close