Aspirasi Mahasiswa

Sambut Harkitnas, Mahasiswa Tuntut Gubernur Baru Bertanggung Jawab.

Puluhan mahasiswa memadati gerbang masuk Kawasan Pemerintahan Pusat Provinsi Banten, Mereka melakukan unjuk rasa menuntut Gubernur Baru meneguhkan komitmen menjaga Pancasila dan menuntut tanggung jawab terkait janji pada saat kampanye. Jum’at, (19/05).

Aksi yang dilakukan dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) yang jatuh pada tanggal 20 Mei esok diwarnai kericuhan dan adu jotos antara mahasiswa dan apparat kepolisian, kericuhan terjadi karna mahasiswa dihadang oleh aparat saat memaksa masuk kedalam untuk menemui gubernur baru, Wahidin Halim.

Ikbal selaku Kordinator Lapangan mengatakan bahwa Gubernur Banten harus meneguhkan komitmen menjaga pancasila serta pertanggung jawaban janji mereka ketika mencalonkan diri.

“Kami sebagai mahasiswa ingin bertemu Gubernur Banten untuk meminta beliau meneguhkan komitmennya dalam menjaga pancasila sebagai ideologi kebangsaan dan pertanggung jawaban janji – janji mereka ketika mencalonkan diri.” Ujarnya

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam koalisi Gerakan Mahasiswa Banten Untuk Rakyat (Gerak) ini melibatkan Front Aksi Mahasiswa (FAM), Serikat Gerakan Mahasiswa Indonesia (SMGI) , Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI),Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HM- MPO) dan Ikatan Mahasiswa Sosialis Islam (IMSI) mendesak kepada Gubernur Banten dan Presiden Jokowi/JK untuk meneguhkan komitmen menjaga pancasila sebagai ideologi bangsa,.

“Tentu kita lihat bagaimana isu sara yang terjadi di Indonesia ini selalu dimainkan oleh oknum ataupun ormas yang secara terang – terangan ingin mengganti ideologi bangsa.” Ujar Ikbal

Mahasiswa juga mengingatkan bahwa pendidikan dan kesehatan di provinsi Banten masih sangat minim, salah satu masa aksi, Nahrul Muhilmi selaku Sekretaris Jendral FAM UIN SMH Banten menyebut bahwa Banten masih sangat minim pendidikan dan kesehatan.

” Jika kita melihat Provinsi Banten yang jelas – jelas dekat dengan Ibu Kota Jakarta masih sangat memerlukan perhatian dalam sektor pendidikan dan kesehatan, Banten membutuhkan pendidikan dan kesehatan yang merata secara gratis tanpa syarat apapun.” Tegasnya.

Regha selaku Ketua Umum GMNI UIN SMH Banten juga secara tegas menolak politik identitas yang saat ini menggoyahkan NKRI.

“Kita jelas – jelas melihat bahwa politik identitas yang saat ini dimainkan oleh oknum – oknum tertentu sudah keluar dari rel pancasila, dan kami sangat menolak adanya politik identitas itu.” Tegasnya disela – sela aksi.

Mahasiswa juga menolak adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang menurutnya mengganggu perekonomian masyarakat.

“Kenaikan listrik yang dilakukan oleh pemerintah sangat meresahkan dan mengganggu perekonomian masyarakat, yang biasanya perbulan membayar Rp. 100.000/perbulan sekarang harus membayar Rp. 200.000/perbulan, ini bukti bahwa rakyat belum mendapatkan kesejahteraan.” Ujar Endang selaku Ketua Umum PMII komisariat UIN SMH Banten saat menyampaikan orasinya

Pantauan dilapangan, mahasiswa terpaksa membacakan tuntutannya diluar gerbang pemerintahan Provinsi Banten yang dipimpin oleh pimpinan organisasi, setelah dirasa puas menyampaikan orasi, mahasiswa pun membubarkan diri.

(Nuye Koma)

You might also like
Comments
Loading...