Aspirasi Mahasiswa

Soal Perppu No 2/2017, Wiranto: Ini Bukan Kemauan Pemerintah, Tapi Kepentingan Masyarakat

Indokampus – Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU) No. 2 Tahun 2017 tentang organisasi kemasyarakatan sekaligus merevisi UU Ormas No.17 Ta.2013 menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Selasa, (18/17).

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (perppu) nomor 2/2017 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 10 Juli 2017 lalu tersebut dianggap oleh sebagian masyarakat adalah diktator, sewenang – wenang serta tidak demokratis.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto menepis dengan adanya tanggapan mengenai perppu tersebut, Wiranto yang juga Ketua Dewan Pembina DPP Partai Hanura mengungkapkan penerbitan perppu nomor 2/2017 ini merupakan suatu keniscayaan.

“Sesuatu yang harus diambil, tatkala dengan jalan-jalan yang normatif tidak mungkin diambil, dalam rangka penyelamatan negara,” kata Wiranto saat menghadiri halal bihalal DPP Partai Hanura di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (15/7).

Wiranto mengungkapkan, semua orang bebas berpendapat dan berserikat sejak masa reformasi. Hingga kini tercatat sudah ada 344.009 ormas di Indonesia. Menurutnya, pemerintah tidak mungkin membiarkan dengan adanya ratusan ribu ormas yang berada di Indonesia ini diisi dengan paham – paham yang bertentangan dengan negara.

Wiranto mengatakan, penerbitan perppu ini merupakan kepentingan rakyat. “Jadi pemerintah melalui perppu ini, ini bukan kemauan pemerintah. Tapi kemauan, atau katakanlah, kepentingan masyarakat dan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Dia juga menegaskan, bahwa tindakan yang dilakukan oleh pemerintah benar-benar untuk rakyat, kemanan, stabilitas, serta persatuan dan kesatuan Indonesia. Wiranto berharap penerbitan perppu ini tidak lagi berhadap-hadapan dengan kepentingan rakyat dan kelompok Islam.

“Jangan sampai pemerintah dipojokkan, dihadapkan kepada rakyat. Seakan-akan perppu ini milik pemerintah, berhadapan dengan kepentingan rakyat kepentingan Islam. Bukan. Bukan, sama sekali bukan. Saya paham itu,” singkatnya.

You might also like
Comments
Loading...