Aspirasi Mahasiswa

Syifa Fahrida, Mahasiswi Termuda Asal Semarang Yang Berusia 15 Tahun

Syifa Fachrinda, mahasiswi yang berasal dari Semarang ini berusia 15 tahun 4 bulan. Dia dinyatakan diterima sebagai mahasiswi Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta

Namanya disebutkan dalam upacara penerimaan mahasiswa baru salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta ini sebagai mahasiswa termuda tahun akademik 2017/2018 di Auditorium WR Supratman. Dirinya bersama 20 mahasiswa baru dari berbagai Program Studi maju di atas panggung menjadi perwakilan penyematan jas almamater oleh Rektor UPN Veteran Yogyakarta.

Syifa lahir di Semarang, 14 April 2002. Putri pertama dari Hari Waluyo dan Susi Marjanti diterima di Program Studi Geologi melalui jalur seleksi SBMPTN.

Dia bercerita, sejak duduk di bangku SMP sampai SMA mengikuti kelas akselerasi atau kelas percepatan.

“SMP dan SMA semuanya kelas akselerasi. Kelas akselerasinya menyenangkan banyak fieldtrip,” ujar Kamila usai menghadiri pembukaan Sidang Terbuka Senat dalam rangka penerimaan mahasiswa baru di Auditorium WR Supratman, Sleman.

Hal ini tertulis dalam rilis yang disampaikan Humas UPN Veteran Yogyakarta kepada wartawan, Senin (14/8/2017).

Dia mengaku tidak pernah menyangka dirinya menjadi mahasiswa termuda di kampus ini. Apa yang diraihnya saat ini, kata Syifa, merupakan hasil dari kerja keras dan restu serta dukungan orangtuanya.

Alumni SMA Negeri 3 Semarang ini mengaku bercita–cita mennjadi dosen. Dengan menjadi pengajar ia ingin membagi ilmunya.

“Inginnya bisa punya IPK bagus, setelah lulus melanjutkan S2 dan S3. Semoga saja bisa bisa tercapai,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Rektor UPN Veteran Yogyakarta Prof Dr Ir Sari Bahagiarti K, M Sc menyampaikan bahwa lebih dari 14 ribu mahasiswa baru TA 2017/2018 berasal dari 26 program studi.

Dari 263 mahasiswa dari Program Bidikmisi, 145 mahasiswa berasal dari jalur SNMPTN dan 118 dari jalur SBMPTN.

“Kepada seluruh mahasiswa baru TA 2017/2018 diharapkan dapat mengikuti langkah para Senior Saudara dalam berprestasi, baik di tingkat lokal, nasional, regional, maupun internasional,” tutur Sari.

Selain itu ia mengajak mahasiswa untuk bergabung dengan 52 Organisasi Kemahasiswaan dalam mengembangkan sosialisasi dan kemampuan berorganisasi. Dengan berorganisasi diharapkan dapat meningkatkan softskill dalam meningkatkan pola pikir, tindakan, dan prestasi.

“Empat tahun lagi bahkan kurang, Saudara dapat bertemu kembali di tempat ini untuk mengikuti wisuda,” ujarnya menutup sambutan yang diiringi tepuk tangan para mahasiswa.

You might also like
Comments
Loading...