Aspirasi Mahasiswa

Tidak Hanya Telat, Kekurangan Surat Suara DEMA I Fakultas Syariah Juga Turut Mewarnai PUM

Serang, Indokampus.com — Situasi Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM) untuk Universitas Islam Negri (UIN) SMH Banten sejak pagi tadi di Fakultas Syariah berjalan kondusif dan terkendali. Semua dilakukan dengan tertib walapun ada beberapa kendala yang sempat menghambat jalannya acara. Waktu pelaksanaan seharusnya dimulai pada pukul 08.00 WIB, namun baru bisa dimulai pada pukul 09.30 WIB.

Hambatan lainnya juga terjadi ketika belum tersedianya  absensi Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang terstruktur. Akibatnya, untuk sementara waktu sistem absensi dilakukan secara manual (tulis tangan) untuk tetap memperlancar jalannya acara.

“Acara PUM ini sedikitnya ada beberapa hambatan. Dari segi waktu yang telat karena tidak matangnya persiapan, juga dalam penyediaan absensi daftar pemilih tetap (DPT) yang kurang efisien membuat acara ini sempat tertunda beberapa saat” ujar Rizky Sandica, senin (19/12) pada saat dimintai keterangan.

“PUM ini terhitung ramai walaupun dalam pelaksanaannya hanya diikuti oleh mahasiswa semester satu sampai semester tujuh saja. Ada sekitar 20 persen mahasiswa yang tidak terlibat pemilu ini, khususnya semester yang atas” Ungkap Arif selaku panitia KPU Fakultas Syariah ditengah keramaian acara.

Selain beberapa hambatan tersebut diatas, Kurangnya surat suara DPT Fakultas Syariah untuk DEMA UIN juga turut menjadi bagian dari persoalan yang dihadapi oleh KPUF Syaria’h.

Saat dikonfirmasi, ketua KPUF Syariah membenarkan terjadinya kekuarangan surat suara DPT Fakultas Syariah untuk DEMA UIN/DEMA INSTITUT.

“Memang untuk surat suara DEMA I mengalami kekuarangan, namun KPUI (Institut) sudah menambahkan surat suara yang kurang tersebut” Ujar Mizan.

You might also like
Comments
Loading...