Aspirasi Mahasiswa

Aklamasi Pada Demokrasi Kampus?

           Aklamasi sering kita dengar di dunia politik dalam pemilihan pemimpin, dalam aklamasi tidak adanya pemungutan suara ataupun penghitungan suara, karna aklamasi adalah persetujuan yang dinyatakan secara lisan oleh seluruh peserta rapat atau musyawarah. Dalam aklamasi memang hal yang positif dan tidak menimbulkan masalah tetapi apa jadinya jika aklamasi dimanfaatkan oleh sebelah pihak? Tidak adil dalam melaksanakan pesta demokrasi.  Mungkin kawan mahasiswa sudah mendengar dari berbagai kampus yang ada di Banten khususnya, yang tahun tahun ini kita sedang dalam PEMIRA (Pemilihan Raya) di berbagai kampus  khusus nya di Banten, Pemira merupakan demokrasi di tingkat kampus yang menjadi miniatur pesta demokrasi bangsa, karena sistem pemerintahan mahasiswa ini sangat mirip dengan mekanisme Republik ini, nah bukannya sangat bagus dalam PEMIRA ini untuk mengenal sistem “kenegaraan” Negara kita.

            KPU mahasiswa yang merayakan pesta demokrasi tersebut harus benar-benar independen, tidak adanya keberpihakan terhadap calon manapun, sangat disayangkan dan sangat mengecewakan jika KPU berpihak terhadap satu calon, dan kita pasti mendengar diberbagai kampus yang ada di Banten ini sedang pemilihan calon pemimpin, untuk merubah kampus mereka agar lebih baik lagi dari sebelumnya, mungkin itu sebuah harapan dari mahasiswa yang ada di Banten kepada calon pemimpin ataupun calon Presiden Mahasiswa dan wakilnya.

            Dalam PEMIRA yang ada dikampus Banten ini banyak yang berbicara tentang aklamasi, aklamasi terhadap calon pemimpin kampus sehingga calon sebelah pihak yang memenangkannya, mungkinkah aklamasi tersebut benar benar adil atau ada unsur keberpihakan? Bahkan dari issue tersebut yang menjadi bahan ocehan dan kesengitan dari berbagai mahasiswa adalah KPU mahasiswa selaku pelaksana pesta demokrasi dalam ranah kampus, akankah kata aklamasi ini akan menjadi baik dipandangan para mahasiswa jika memang aklamasi ini mungkin ada kejanggalan terhadap system demokrasi (dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat)?, bukannya penulis untuk menjelekkan aklamasi dalam pemilihan pemimpin tetapi penulis hanya menangkap dari beberapa fikiran mahasiswa yang mungkin kurang setuju dengan adanya aklamasi dalam pesta demokrasi. Apakah aklamasi adil dalam demokrasi? Mungkin itu pertanyaan dari beberapa mahasiswa, ada yang menjawab itu adil dan sudah keputusan dari pihak yang berwenang, dan ada juga yang mengatakan bahwa itu tidak adil dalam melakukan pesta demokrasi tersebut.

You might also like
Comments
Loading...